Kompas.com - 19/02/2020, 17:03 WIB
ilustrasi teh hijau, manfaat teh hijau bagi kesehatan shutterstockilustrasi teh hijau, manfaat teh hijau bagi kesehatan

Tikus yang diobati dengan ekstrak teh hijau saja atau berolahraga sendiri, memiliki sekitar setengah lebih banyak lemak dalam hati mereka.

Selain menganalisa jaringan hati tikus, penulis juga mengukur kadar protein dan lemak dalam tinja mereka.

Mereka menemukan, tikus yang mengonsumsi ekstrak teh hijau dan berolahraga memiliki kadar lemak dan protein yang lebih tinggi dalam tinja.

"Dengan memeriksa hati tikus-tikus ini, setelah penelitian. Kami melihat tikus yang mengonsumsi ekstrak reh hijau dan olahraga sebenarnya memproses nutrisi secara berbeda," jelas Lambert.

Tubuh tikus secara alami menangani atau mengolah makanan yang dikonsumsi secara berbeda.

Menurut Lambert, polifenol dalam teh hijau berinteraksi dengan enzim pencernaan yang disekresikan di usus kecil.

"Dan sebagian menghambat pemecahan karbohidrat, lemak dan protein dalam makanan," sambungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi, jika seekor tikus tidak mencerna lemak dalam makanannya, lemak dan kalori yang terkait dengannya melewati sistem pencernaan tikus dan akhirnya keluar dalam jumlah tertentu melalui kotorannya.

Baca juga: Burung Hantu Kena Obesitas ini Jalani Program Diet, Apakah Berhasil?

Lambert menjelaskan tikus yang diobati dengan ekstrak teh hijau dan olahraga, mungkin sangat signifikan memiliki ekspresi gen yang lebih tinggi terkait dengan pembentukan mitokondria baru.

Ekspresi gen itu penting, kata dia, karena memberikan penanda yang akan membantu peneliti memahami mekanisme polifenol teh hijau dan olahraga dapat bekerja sama untuk mengurangi timbunan lemak hati.

Peneliti mengukur ekspresi gen yang diketahui terkait dengan metabolisme energi dan memainkan peran penting dalam pemanfaatan energi.

"Pada tikus yang menjalani pengobatan kombinasi, kami melihat peningkatan ekspresi gen yang tidak ada di sana sebelum mereka mengonsumsi ekstrak teh hijau dan berolahraga," jelas Lambert dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutritional Biochemistry.

Baca juga: Studi: Wanita Minangkabau dan Sunda Berisiko Obesitas karena Makanannya

 

Halaman:


Sumber Sci News
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X