Refleksi Kesadaran Lingkungan dari Orangutan Borneo

Kompas.com - 19/02/2020, 12:55 WIB
Inilah momen menyentuh ketika seekor orangutan mengulurkan tangan ke arah seorang pria di Borneo. Gambar tersebut diambil pakar geologi sekaligus fotografer amatir asal India, Anil Prabhakar. Instagram/anil_t_prabhakar via CNNInilah momen menyentuh ketika seekor orangutan mengulurkan tangan ke arah seorang pria di Borneo. Gambar tersebut diambil pakar geologi sekaligus fotografer amatir asal India, Anil Prabhakar.

FOTO yang sangat emosional menghiasi jagat maya beberapa hari lalu tatkala memperlihatkan bagaimana orangutan tengah menyodorkan tangan ke arah manusia yang terjerembab dalam kubangan air berlumpur dan penuh ular berbisa.

Foto ini merupakan karya fotografer amatir yang diunggah dalam akun Instagram @anil_t_prabhakar.

Saat itu, Prabhakar, pemilik akun sekaligus fotografer amatir tersebut, tengah melakukan safari bersama temannya di hutan konservasi yang dikelola oleh Borneo Orangutan Survival Foundation (BOS) ketika menyaksikan momen itu terjadi.

Kentalnya emosi dalam foto tersebut, kemudian membuatnya viral di media sosial dengan mendapatkan lebih dari 82.000 likes dan kemudian menjadi buah bibir di dalam pemberitaan CNN dan media lain.

Apabila fenomena tersebut dibahas dengan pendekatan bagaimana agenda publik akhirnya menjadi agenda media, mungkin sudah terlalu sering dilakukan.

Yang menarik adalah bagaimana fenomena tersebut dibahas dalam perspektif komunikasi lingkungan.

Komunikasi lingkungan bukanlah sekadar percakapan tentang topik lingkungan. Jauh daripada itu, dalam bukunya Environmental Communication and the Public Sphere, Phaedra C Pezzullo dan Robert Cox (2018) menyebutkan bahwa komunikasi lingkungan menekankan pada peran bahasa, gambar visual, protes, musik, atau bahkan laporan ilmiah sebagai bentuk aksi simbolis yang berbeda ketika membahas suatu isu lingkungan.

Terminologi ini berasal dari Kenneth Burke (1966) dalam bukunya, Language as Symbolic Action, yang menyatakan bahwa bahasa yang paling tidak emosional pun persuasif.

Menurut Pezzullo dan Cox, komunikasi lingkungan memiliki dua fungsi, yaitu:

  1. fungsi pragmatis berupa menginformasikan, menuntut, meminta, mendidik, mengingatkan, membujuk, dan banyak lagi, terkait permasalahan lingkungan yang banyak disebabkan oleh aktivitas manusia
  2. fungsi konstitutif berupa membentuk, mengorientasikan, dan menegosiasikan makna, nilai, dan hubungan yang mengundang perspektif, membangkitkan keyakinan dan perasaan tertentu untuk menciptakan perasaan yang mungkin menggerakkan manusia untuk berbuat sesuatu.

Prabhakar melalui fotonya bermaksud mengomunikasikan masalah orangutan Borneo yang terancam punah karena aktivitas manusia, seperti deforestasi, pembukaan lahan untuk kepentingan industri, dan perburuan liar, melalui aksi simbolik orangutan yang memberikan pertolongan untuk manusia.

Makna tersirat bahwa kadangkala hewan lebih menunjukkan jalan kepada manusia, yang katanya "berperikemanusiaan", di saat rasa kemanusiaan itu sedang sekarat, dipertegas melalui caption dalam akun Instragram Prabhakar.

Melalui foto, Prabhakar berkomunikasi secara pragmatis dan konstitutif. Pragmatis karena ingin menginformasikan, menuntut, meminta, mendidik, mengingatkan, membujuk orang-orang agar menyadari habitat orangutan yang terancam.

Konstitutif karena makna dari aksi simbolik dalam foto membentuk perspektif dan membangkitkan perasaan yang menggerakkan manusia untuk berbuat sesuatu.

Lantas, pertanyaannya apakah orang bisa tergugah untuk berbuat sesuatu untuk lingkungannya hanya karena aksi simbolik dalam foto?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Libur Lebaran Waspada Hujan Lebat Dampak Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Wilayahnya

Fenomena
Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Waspadai

Kita
4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Idul Fitri, demi Cegah Penyakit dan Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Dokter India Peringatkan Bahaya Mandi Kotoran Sapi untuk Cegah Corona

Kita
Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Covid-19 di India Membuat Banyak Jenazah Penuhi Tepi Sungai Gangga

Fenomena
3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

Fenomena
Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Hasil Riset: Sejak 1960, Manusia Ubah Daratan Seluas Eropa-Afrika

Oh Begitu
Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Daftar Herbal untuk Kolesterol, Cara Alami Turunkan Kolesterol

Oh Begitu
Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Kasus Covid-19 Harian Melonjak, WHO Peringatkan Bahaya Varian India

Oh Begitu
WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

WHO: Tren Kasus Harian Covid-19 di Dunia Stagnan, tetapi Beberapa Negara Naik

Oh Begitu
Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Efek Kebanyakan Minum Kopi dan Berapa Batas Aman Minum Kopi

Oh Begitu
[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

[POPULER SAINS] 1 Syawal 1442 H Jatuh Besok Kamis | Alasan Idul Fitri Tahun Ini Bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih

Oh Begitu
7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X