Ashraf Sinclair Meninggal, Kenali 2 Kemungkinan Gangguan Jantung yang Picu Kematian Mendadak

Kompas.com - 19/02/2020, 12:25 WIB
Penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) dan anaknya Noah saat pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills,  Karawang, Selasa (18/2/2020). Ashraf meninggal dunia Selasa (18/2/2020) pagi, karena serangan jantung. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPenyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) dan anaknya Noah saat pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills, Karawang, Selasa (18/2/2020). Ashraf meninggal dunia Selasa (18/2/2020) pagi, karena serangan jantung.

KOMPAS.com - Berita meninggalnya Ashraf Sinclair, suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari, mengejutkan publik di Tanah Air.

Aktor berusia 40 tahun ini disebut tutup usia karena serangan jantung. Banyak pihak terkejut lantaran usia Ashraf dinilai masih tergolong muda serta dikenal sehat dan tidak memiliki riwayat sakit apa pun, terutama yang berkaitan dengan jantung.

Kepada DW Indonesia, Dokter Spesialis Jantung Pembuluh Darah dari Rumah Sakit Budhi Asih Jakarta Timur, dr Rizky Aulia SpJP, menjelaskan dua kemungkinan gangguan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada manusia.

Baca juga: Ashraf Sinclair Meninggal, Masih Muda dan Olahraga, Mengapa Bisa Kena Serangan Jantung?

2 kemungkinan gangguan jantung yang picu kematian mendadak

Serangan jantung karena penyakit jantung koroner

Menurut Rizky, serangan jantung adalah terjadinya penyumbatan di pembuluh darah koroner secara akut atau mendadak, yang biasanya diawali dengan pembentukan kerak di dalam pembuluh darah.

Inilah yang disebut sebagai coronary artery disease atau penyakit jantung koroner.

Pembentukan kerak di dalam pembuluh darah, menurut Rizky, biasanya dimulai sejak usia muda, yaitu pada usia 20-an tahun atau bahkan belasan.

Ada lima faktor risiko jantung koroner yang menurut Rizky merupakan penyebab terbentuknya kerak di dalam pembuluh darah, yaitu:

  • Kencing manis. Orang dengan kencing manis yang tidak terdeteksi akan terjadi pembentukan kerak di pembuluh darahnya.
  • Darah tinggi. Orang dengan darah tinggi dengan tensi di atas 140/90 tapi tidak terdeteksi dan tidak pernah dioperasi, berpotensi memunculkan kerak di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah koroner.
  • Kolesterol tinggi, biasanya ditandai dengan kolesterol totalnya di atas 200 atau LDL (kolesterol jahat) di atas 150 yang dapat menyebabkan sumbatan.
  • Merokok. Rokok ia sebut mengandung zat yang dapat menyebabkan iritasi pada dinding pembuluh darah sehingga memudahkan terbentuknya kerak.
  • Faktor keturunan, faktor genetik yang menyebabkan pembuluh darah seseorang gampang terbentuk kerak.

Rizky menambahkan, jika seseorang terkena serangan jantung maka sakit dada pada pasien biasanya terjadi lebih dari 20 menit.

Gejala lainnya adalah keringat dingin, mual sampai muntah, keringat sampai membasahi baju, merasa tercekik, dan merasa pegal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X