DBD Kali Kedua Bisa Lebih Parah? Ini Penjelasan Ahli

Kompas.com - 27/02/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi demam berdarah kenary820/shutterstockIlustrasi demam berdarah

KOMPAS.com - Jika Anda pernah menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) kemudian sembuh, masih ada kemungkinan Anda terjangkit lagi oleh virus dengue.

Ahli medis menyebutkan, DBD yang terjadi untuk kedua kalinya memiliki tingkat sakit lebih berat dibanding DBD sebelumnya.

Hal itu diungkapkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Leonard Nainggolan SpPD-KPTI saat dijumpai Kompas.com di ruang kerjanya, Senin (10/02/2020).

Baca juga: Sudah Tampak Pulih, Kok Bisa Pasien DBD Melemah Lagi?

"Waktu pasien pertama kali terkena infeksi, sistem imunitas atau sistem kekebalan tubuh pasien sudah mengenali adanya virus dengue," kata Leo.

Ketika terinfeksi kembali virus dengue untuk ke dua kalinya, virus itu akan menyerbu sistem imunitas tubuh dan mengakibatkan reaksi yang berlebihan.

"Jadi hasilnya sebenarnya adalah over reaction. Reaksi yang berlebihan akan terjadi pada kasus infeksi virus dengue yang dua sampai empat kali," ujar dia.

Baca juga: Lupakan Sejenak Virus Corona, Demam Berdarah Menghantui Kita

Reaksi yang berlebihan ini juga akan membuat kondisi tubuh melemah karena imunitas tubuh akibat virus sebelumnya belum mampu membuat pertahanan yang utuh.

Tidak hanya itu, risiko kematian juga bisa lebih tinggi daripada kasus pertama terkena DBD.

"Reaksinya kan lebih hemat, jadi tingkat kebocoran plasmanya juga lebih tinggi. Kalau kebocoran plasma tinggi, jadi kemungkinan untuk shock lebih tinggi, dan kemungkinan untuk mati lebih tinggi," tuturnya.

Berapa kali seseorang bisa terkena DBD?

Dijelaskan oleh Leo, virus dengue terdiri dari empat jenis yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X