Kompas.com - 10/02/2020, 19:30 WIB
Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti. Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti.

KOMPAS.comDemam Berdarah Dengue tidak disebabkan oleh nyamuk Aedes aegepti. Nyamuk dengan warna belang putih dan hitam tersebut merupakan vektor pembawa virus dengue, yang pada dasarnya terdiri dari empat jenis.

Hal tersebut dikemukakan oleh Dr Tedjo Sasmono, Kepala Unit Penelitian Dengue di Eijkman Institute of Molecular Biology.

Virus dengue terdiri dari empat jenis, yaitu virus dengue serotipe-1, serotipe-2, serotipe-3, dan serotipe-4,” tuturnya kepada Kompas.com, Kamis (6/2/2020).

Baca juga: Serba-serbi DBD: Penyebab, Gejala, sampai Tanaman Penghalau Nyamuk

Keempat jenis tersebut, biasa disingkat DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4, hidup di Indonesia. Inilah yang oleh Tedjo sebut sebagai 'hiperendemik'.

Untuk apa kita mengetahui jenis virus dengue?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tiap daerah memiliki epidemi virus dengue yang berbeda. Di Indonesia sendiri, tutur Tedjo, virus dengue pertama kali ditemukan pada 1968. Tiap tahun, jenis-jenis virus dengue ini memiliki pola penyebaran sendiri.

“Tiap daerah di Indonesia punya karakteristik virus dengue. Bagian barat, tengah, dan timur, pada tahun yang sama memiliki karakteristik epidemi yang berbeda,” lanjut Tedjo.

Baca juga: Ancaman DBD di Indonesia dan 3 Hal yang Harus Anda Ketahui

Ia mencontohkan pada 2018, jenis virus dengue yang mewabah di Batam adalah DEN-2. Sementara di Ambon, virus yang mewabah adalah DEN-1.

Ilmu taksonomi menggolongkan setiap serotipe sebagai spesies tersendiri. Virus dengue berukuran sekitar 50 nanometer (nm) terdiri dari komponen materi genetik/genom virus berupa asam ribonukleat (Ribonucleic Acid/ RNA) untai tunggal sepanjang sekitar 10.700 basa nukleotida.

Keanekaragaman virus dengue ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Termasuk iklim, kekebalan populasi, dan sifat virus dengue yang sangat mudah bermutasi.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Oh Begitu
Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Fenomena
Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Oh Begitu
Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Apakah Akan Muncul Varian Mahakuat?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X