Kenali Ini 4 Gangguan Menstruasi dan Pengaruhnya pada Kesuburan Wanita

Kompas.com - 14/02/2020, 20:03 WIB
Ilustrasi menstruasi. shutterstockIlustrasi menstruasi.


KOMPAS.com - Gangguan menstruasi menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak membuat wanita memeriksakan diri ke dokter.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Dr dr Kanadi Sumapraja SpOG-KFER MSc, mengatakan gangguan menstruasi seringkali berkaitan dengan gangguan kesuburan pada tubuh seorang wanita.

" Menstruasi adalah sebuah episode, dan kita semua paham, adanya menstruasi berasosiasi dengan kesuburan," kata Kanadi dalam acara RSPI: Mengenal Gangguan Menstruasi, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Berikut 4 gangguan menstruasi yang perlu Anda ketahui:

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Perut Kram saat Menstruasi?

1. Nyeri menstruasi (Dismenorea)

Nyeri menstruasi atau nyeri haid menjadi gangguan yang banyak dialami wanita. Kanadi mengungkapkan di tempatnya berpraktik, bisa hampir menerima 20 pasien dengan nyeri menstruasi per hari.

Bahkan, wanita dari hampir semua penjuru Indonesia, bisa mengalami gangguan nyeri saat menstruasi ini. Saat menstruasi, ada mekanisme kontraksi otot-otot rahim yang bertindak mengeluarkan darah.

"Ada kontraksi berlebihan maka timbulnya nyeri, tapi ada juga yang tidak (mengalami nyeri)," ujarnya.

Nyeri menstruasi ini menjadi bermasalah saat sudah sampai membuat seseorang meninggalkan aktivitasnya karena kesakitan yang luar biasa.

Baca juga: Ini Penjelasan Kenapa Payudara Suka Nyeri Saat Menstruasi

2. Pendarahan uterus abnormal

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X