China Kirim Pasukan Bebek, Senjata Biologis Lawan Belalang di Pakistan

Kompas.com - 01/03/2020, 19:32 WIB
Ilustrasi koloni bebek Ilustrasi koloni bebek


KOMPAS.com - Wabah belalang menyerbu pertanian di Pakistan. Untuk membantu mengatasi serangan belalang ini, China akan kerahkan 100.000 ekor bebek, sebagai senjata biologis lawan serangga ini.

Melansir BBC, Minggu (1/3/2020), China akan membantu negara terdekatnya ini mengatasi wabah belalang yang telah menghabiskan tanaman pangan.

Menurut ahli pertanian China, seekor bebek bisa memakan lebih dari 200 belalang dalam sehari. Cara ini dinilai lebih efektif daripada menggunakan pestisida untuk membasmi belalang.

Akibat serangan belalang ini, Pakistan menyatakan bulan ini adalah keadaan darurat karena jumlah belalang merupakan yang terburuk selama lebih dari dua dekade.

Baca juga: Kali Pertama, Ahli Dokumentasikan Belalang Sembah Memancing Ikan

Serbuan jutaan serangga ini juga dilaporkan telah menghacurkan tanaman pangan di beberapa wilayah di Afrika Timur.

Pemerintah China mengumumkan minggu ini, mereka akan mengirimkan tim ahli ke Pakistan untuk mengembangkan program terarah dalam melawan belalang.

Peneliti senior di Zhejiang Academy of Agricultural Sciences, Lu Lizhi menggambarkan bebek sebagai senjata biologis untuk melawan hama serangga yang mengancam tanaman pangan.

Menurut dia, ayam bisa memakan hingga 70 belalang dalam sehari, sementara seekor bebek dapat melahap serangga ini hingga tiga kali lipat dari angka itu.

Baca juga: Dilema Sumba Timur Hadapi Serangan Belalang 10 Tahun Sekali

" Bebek senang hidup berkelompok, maka mereka juga lebih mudah dikendalikan daripada ayam," ungkap Lu.

Percobaan menjadikan bebek sebagai senjata biologis, juga akan dilakukan di provinsi Xinjiang di barat China pada beberapa bulan ke depan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X