Pertama Kalinya, Astronom Gunakan Gelombang Radio Deteksi Exoplanet

Kompas.com - 01/03/2020, 13:03 WIB
HAT-P-26b exoplanet seukuran Neptunus yang terletak pada jarak 430 tahun cahaya dari Bumi. Exoplanet ini mengorbit bintang yang usianya dua kali lipat Matahari kita. NASA/GSFCHAT-P-26b exoplanet seukuran Neptunus yang terletak pada jarak 430 tahun cahaya dari Bumi. Exoplanet ini mengorbit bintang yang usianya dua kali lipat Matahari kita.


KOMPAS.com - Astronom seolah tak hilang akal untuk bisa menemukan keberadaan exoplanet dan untuk pertama kalinya mereka gunakan gelombang radio untuk menemukannya.

Melansir Science Alert, Minggu (1/3/2020), metode baru untuk menemukan exoplanet ini, terinspirasi dari aurora Jupiter.

Aktivitas gelombang radio dari bintang, yang disebut GJ 1151, dikaitkan dengan interaksi medan magnet bintang dan orbit planet. Seperti medan magnet Jupiter yang diketahui berinteraksi dengan bulan planet ini, Io.

Menurut mereka, ini adalah metode yang dapat membantu menemukan lebih banyak exoplanet atau planet di luar tata surya seperti Merkurius, Venus, Bumi dan Mars yang selama ini sulit ditemukan.

Baca juga: Peneliti Temukan Gelembung Es, Bisakah Ungkap Kehidupan di Exoplanet?

"Kami mengadaptasi pengetahuan dari beberapa dekade pengamatan gelombang radio Jupiter, untuk kasus bintang ini," kata astronom Joe Callingham dari Netherlands Institute for Radio Astronomy (ASTRON).

Callingham mengatakan pada versi Jupiter-Io, yakni bulan yang mengorbit pada planet Jupiter, telah ditingkatkan skalanya, diprediksi ada dalam sistem bintang planet.

"Dan pancaran yang kami amati ini sangat sesuai dengan teorinya," jelas Callingham.

Saat ini, ada dua cara utama dalam mendeteksi keberadaan exoplanet. Metode transit, adalah cara pertama, seperti yang digunakan pesawat luar angkasa TESS milik Badan Antariksa Amerika (NASA).

Baca juga: Planet Terpanas Ditemukan, Suhu Permukaannya 4.300 Derajat Celcius

Sedangkan metode lain, yakni metode kecepatan radial yang akan mendeteksi goncangan samar di posisi bintang, saat ditarik oleh planet.

Akan tetapi, interaksi antara Jupiter dan Io sangat menarik. Sebab, interaksi mereka menghasilkan pancaran khas dalam panjang gelombang radio yang sebagian besar terpolarisasi secara melingkar.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X