Simak Cara Menjaga Kebersihan Diri dan Area Kewanitaan yang Benar

Kompas.com - 28/02/2020, 19:03 WIB
dr. Mery saat menjelaskan mengenai personal hygiene dan feminine hygiene di Menteng, Kamis (27/2/2020). Kompas.com/Imamatul Silfiadr. Mery saat menjelaskan mengenai personal hygiene dan feminine hygiene di Menteng, Kamis (27/2/2020).

KOMPAS.com – Personal hygiene atau kebersihan diri serta feminine hygiene atau kebersihan area kewanitaan merupakan perkara penting dalam menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit.

Namun, harus diketahui bahwa wangi saja belum menjamin manusia sudah terlindung dari ancaman gangguan kesehatan.

“Saya yakin semua orang tahu soal ini tapi neglected. Kita tahu praktiknya, tapi ternyata tidak dilaksanakan,” kata dr. Mery Sulastri, Educator & Trainer Mundipharma Indonesia, dalam acara Peluncuran Betadine Natural Series dan penyerahan sertifikasi halal secara simbolis oleh MUI di Jakarta, Kamis (27/2/20).

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menjaga kebersihan diri dan area kewanitaan yang benar, serta dampaknya bila tidak dilaksanakan.

Baca juga: Hari Toilet Sedunia, Waspadai 6 Area dengan Kuman Terbanyak di Kamar Mandi

Kesalahan umum soal kebersihan diri dan area kewanitaan

1. Mandi harus menggunakan sabun yang memberikan efek kesat

Kulit manusia memiliki flora normal yang dapat hidup di suasana dengan pH tertentu. Standar pH kulit manusia yaitu 5.5-6.5. Besaran pH dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti genetik, usia, jenis kelamin, kelenjar keringat, kelenjar minyak, dan lainnya.

Sabun kesat justru dapat mengurangi produksi minyak pada kulit yang berdampak pada berkurangnya pH, sehingga dapat menyebabkan iritasi dan gangguan kulit lainnya.

Dokter Mery menyarankan untuk mandi minimal sehari dua kali menggunakan sabun yang tidak mengandung SLS (Sodium Lauryl Sulfate) dan paraben.

Sayangnya, kedua bahan ini banyak ditemukan di dalam produk kosmetik.

Baca juga: Hari Toilet Sedunia, Simak 5 Langkah Tepat Membersihkan Kamar Mandi

Pada konsentrasi tinggi, SLS dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan kerusakan mata. Sedangkan paraben dapat menyebabkan perubahan hormon, memiliki efek buruk pada masa kehamilan dan pertumbuhan tubuh, serta dapat memicu kanker payudara.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X