Kompas.com - 19/11/2019, 13:50 WIB
Ilustrasi kamar mandi thinkstock/jacek_kadajIlustrasi kamar mandi

KOMPAS.com – Hari Toilet Sedunia (World Toilet Day) jatuh tepat pada hari ini, 19 November. Hari Toilet Sedunia hadir untuk menyoroti kondisi sanitasi tingkat global.

Stevia Angesty selaku Sociopreneur bidang sanitasi dan pendiri Feelwell Ceramics mengatakan bahwa menurut data BPS, sebanyak 30 persen penduduk Indonesia belum memiliki toilet.

Sanitasi yang buruk berkaitan erat dengan tingkat kesehatan sampai stunting. Namun tak hanya di lokasi terpencil, sanitasi buruk juga kerap terjadi di kota-kota besar.

Baca juga: Kebersihan Sanitasi Berkaitan dengan Tingkat Stunting, Ini Sebabnya

Dokter Mikrobiologi Klinis, Dr dr Wani Gunardi Sp.MK(K) dalam acara yang diadakan oleh Vixal (Unilever) di Jakarta mengatakan bahwa kamar mandi atau toilet mengandung banyak virus, bakteri, dan jamur. Kuman memang sangat berkembang di area lembap.

“Beberapa kuman yang kerap ditemukan di kamar mandi antara lain E.coli, Listeria, Shigella, Cholera, Typhoid, dan Rotavirus. Ada pula bakteri Salmonella yang menyebabkan tipes dan diare. Sementara Shigella menyebabkan disentri,” ungkapnya, Senin (18/11/2019).

dr Wani mengungkapkan, hampir semua area di kamar mandi memiliki kuman. Namun ada enam area dengan jumlah kuman terbanyak di antara semuanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Shower Curtain – memiliki kuman setara 16.240.000 CFU (Colony Forming Unit)
Shower Floor – memiliki kuman setara 15.883.333 CFU
Toothbrush handle – memiliki kuman setara 12.619.333 CFU
Toilet seat – memiliki kuman setara 235.143 CFU
Faucet handle – memiliki kuman setara 56.133 CFU
Interior door handle – memiliki kuman setara 13.385 CFU

Ilustrasi sikat gigiseb_ra Ilustrasi sikat gigi

“Jika kita melihat area kotor atau banyak kuman, mungkin kita fokus pada area kotor seperti lantai atau dinding. Padahal area kecil seperti gagang sikat gigi dan kran juga kumannya sangat banyak,” tutur dr Wani.

Untuk membersihkan keenam area tersebut, kecuali gagang sikat gigi, dr Wani merekomendasikan untuk menggunakan disinfektan.

“Bersih mungkin iya, tapi sehat belum tentu. Kuman hanya bisa dibunuh dengan disinfektan,” tuturnya.

Lalu bagaimana dengan toothbrush handle (gagang sikat gigi)? dr Wani merekomendasikan untuk mencuci bersih sikat gigi menggunakan air mengalir setelah menyikat gigi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.