Prediksi Einstein Terbukti, Katai Putih Ditemukan Menyeret Ruang dan Waktu

Kompas.com - 15/02/2020, 10:06 WIB

Objek ini merupakan inti sisa dari bintang mati yang dulunya pernah memiliki massa beberapa kali lebih besar dari massa matahari kita, namun mereka telah kehabisan bahan bakar hidrogen. Yang tersisa darinya mirip dengan ukuran bumi tapi memiliki massa ratusan hingga ribuan kali lipat lebih besar.

Katai putih juga dapat berputar sangat cepat, berotasi setiap satu atau dua menit, tidak seperti Bumi yang berotasi tiap 24 jam.

Tarikan kerangka yang disebabkan oleh katai putih secara kasar 100 juta kali lebih kuat dari yang dihasilkan oleh Bumi.

Kita tidak bisa terbang ke katai putih dan meluncurkan satelit di sekitarnya. Namun, alam semesta sangat baik bagi para astronom dan memiliki cara tersendiri yang membuat mereka tetap dapat diamati, salah satunya dengan pengamatan bintang yang mengorbitnya yang disebut pulsar.

Dua puluh tahun lalu, teleskop radio observatorium Parkes, milik lembaga riset sains dan industri Australia atau The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), menemukan pasangan bintang ganda yang terdiri dari sebuah katai putih (berukuran seperti Bumi namun 300.000 kali lebih berat) dan sebuah radio pulsar (hanya berukuran seperti satu kota namun 400.000 kali lebih berat).

Dibandingkan dengan katai putih, pulsar merupakan jenis yang sama sekali berbeda. Mereka tidak terbuat dari atom konvensional, namun dari neutron yang terkemas rapat dan membuatnya sangat padat, berdensitas tinggi. Terlebih lagi, pulsar dalam penelitian kami berputar 150 kali setiap menitnya.

Ini berarti bahwa 150 kali setiap satu menit, sebuah “sinar mercusuar” gelombang radio yang dipancarkan oleh pulsar akan melewati titik di bumi saat ini dan menguntungkan untuk penelitian.

Kami dapat menggunakannya untuk memetakan jalur pulsar saat ia mengorbit katai putih dengan cara mengetahui kecepatan cahaya dan mencatat kapan denyut gelombang tiba pada teleskop kami. Metode ini mengungkapkan bahwa kedua bintang mengorbit satu sama lain dalam waktu kurang dari 5 jam.

Pasangan bintang ini, secara resmi diberi nama PSR J1141-6545, merupakan laboratorium gravitasi ideal. Sejak 2001, kami telah berkali-kali dalam setahun mengunjungi observatorium Parkes untuk memetakan orbit sistem ini yang menunjukkan banyak efek gravitasi Einstein.

Memetakan evolusi atau perubahan orbit bukan pekerjaan yang cocok untuk orang yang tidak sabar dan pengukuran kami memberikan hasil yang sangat tepat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X