Kompas.com - 02/03/2020, 17:46 WIB
Ilustrasi alam semesta galaksi bima sakti NASA/GSFCIlustrasi alam semesta galaksi bima sakti


KOMPAS.com - Di galaksi Bima Sakti, Jupiter diketahui sebagai planet terbesar dan menurut Badan Antariksa Amerika (NASA), planet ini menampung lebih dari 1.000 Bumi di dalamnya. Namun, ternyata ada objek raksasa yang lebih besar dari Jupiter di alam semesta ini.

Semesta memiliki banyak objek besar maupun kecil yang jaraknya berjauhan. Menurut Cornell University, selain Jupiter, Matahari juga merupakan bintang terbesar yang dapat menampung jutaan Bumi.

Bahkan Matahari, yang merupakan bintang tipe G, memiliki ukuran rata-rata dibanding bintang lainnya.

Bintang terbesar yang disebut UY Scuti, dapat menampung 1.700 matahari di dalamnya, dengan catatan margin kesalahan kira-kira sebesar 192 lebar matahari.

Baca juga: Dahsyatnya Letusan Lubang Hitam di Galaksi Ini Terkuat di Alam Semesta

Lalu, di antara objek-objek besar di alam semesta, objek apa yang termasuk kluster terbesar?

Pada 2013, astronom melaporkan sebuah kluster terbesar dalam alam semesta yang disebut Hercules-Corona Borealis Great Wall.

Besarnya ukuran objek ini membuat cahaya membutuhkan waktu 10 miliar tahun untuk bergerak melintasi strukturnya. Sebagai informasi, alam semesta baru berusia 13,8 miliar tahun.

Penemuan objek ini terungkap saat tim peneliti, yang dipimpin oleh Istvan Horvarth dari University of Public Service di Hongaria, melihat fenomena kosmik singkat yang dikenal sebagai semburan sinar gamma.

Baca juga: Gas Aneh Dekati Jantung Galaksi Bima Sakti, Mungkinkah Lubang Hitam?

 Diperkirakan semburan tersebut berasal dari supernova atau bintang masif yang meledak pada akhir hidupnya. Survei awal menunjukkan sinar gamma terkonsentrasi sekitar 10 miliar tahun cahaya ke arah rasi bintang Hercules dan Corona Borealis.

Kemudian para peneliti menganggap semburan sinar gamma sebagai sebuah indikasi baik karena bintang-bintang besar cenderung berkumpul di daerah padat.

Akan tetapi, ternyata struktur ukurannya sangat besar dan memancing pertanyaan dari para peneliti mengenai bagaimana struktur sebesar itu dapat terbentuk.

Sebuah artikel dari Discovery News pada 2013 menunjukkan struktur ini terlihat bertentangan dengan prinsip kosmologi atau bagaimana alam semesta terbentuk dan berevolusi.

Prinsip dari struktur ini seolah mengatakan materi harus dilihat dengan cara yang sama pada skala yang cukup besar. Padahal, kluster tidak dapat dilihat dengan seragam.

"Saya berpikir struktur ini terlalu besar untuk menjadi nyata. Bahkan, sebagai rekan peneliti, saya masih ragu," ujar Jon Hakkila, seorang astronom di College of Charleston di Carolina Selatan, dalam sebuah siaran pers pada 2014, dikutip dari Space pada Senin (2/3/2020).

Dia menjelaskan ada kemungkinan peneliti dapat melihat angka acak dari sinar gamma pada lokasi tersebut, namun kemungkinannya kurang dari satu banding 100.

Baca juga: Pecahkan Rekor, Satelit NASA Ini Nyaris Menyentuh Matahari

Tetapi, lebih lanjut Hakkila mengatakan, dia dan peneliti lainnya percaya bahwa struktur sebesar itu ada.

"Banyak struktur lain yang terlihat melanggar homogenitas universal, seperti Sloan Great Wall dan The Huge Large Quasar Group yang sebenarnya adalah dua objek terpisah," ucap Hakkila.

Alam semesta menyimpan banyak objek-objek terbesar di galaksi Bima Sakti. Selain Hercules-Corona Borealis Great Wall, berikut ini beberapa objek besar di galaksi ini.

  1. Planet terbesar: Jupiter, memiliki diameter sekitar 142.984 km atau sama dengan 11 kali ukuran diameter Bumi.
  2. ‎Bulan terbesar: Ganymede yang mengorbit Jupiter, berdiameter 5.268 km dan sedikit lebih lebih besar dari Merkurius.
  3. ‎Gunung berapi tertinggi: Olympus Mons di Mars, memiliki tinggi sekitar 25 km dan tiga kali lipat lebih tinggi dari Gunung Everest.
  4. ‎Ngarai terbesar: Valles Marineris di Mars, memiliki panjang lebih dari 3.000 km, lebar 600 km, dan kedalaman sekitar 8 km.
  5. ‎Kawah terbesar: Utopia Planitia di Mars, yang diperkirakan memiliki diameter sebesar 3.300 km. Kawah ini merupakan tempat pendaratan pesawat ruang angkasa Viking 2 pada 1976.
  6. ‎Asteroid terbesar: 4 Vesta, yang memiliki lebar 530 km. Asteroid ini berada di antara Mars dan Jupiter.
  7. ‎Planet kerdil terbesar: Pluto, dengan diameter 2.370 km. Pluto pernah dianggap lebih kecil daripada Eris, tetapi kemudian pengukuran Pluto dikonfirmasi dari dekat oleh pesawat ruang angkasa New Horizons pada 2015.

Hakkila menambahkan di alam semesta ini kemungkinan masih ada beberapa lagi objek yang lainnya dan hanya tinggal menunggu waktu untuk menemukan objek-objek terbesar itu.

Bahkan, mungkin saja bisa lebih besar dari objek raksasa, Hercules-Corona Borealis Great Wall.



Sumber SPACE.COM
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Oh Begitu
Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Fenomena
Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Fenomena
Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Fenomena
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Oh Begitu
63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

Fenomena
Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Oh Begitu
Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Oh Begitu
Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Oh Begitu
Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Oh Begitu
Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Kita
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Oh Begitu
Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Oh Begitu
Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kita
Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X