Kompas.com - 02/03/2020, 10:03 WIB

KOMPAS.com - Robot China Yutu-2 di Bulan membuat penemuan mengejutkan.

Rupanya, debu halus di sisi jauh Bulan bisa mencapai ketebalan 12 meter, cukup tebal untuk membuat gunung.

Hal ini ditemukan setelah para peneliti di Akademi Iptek China, Beijing menganalisis data yang dikumpulkan oleh radar Yutu-2 di daerah cekungan Kutub Utara-Aitken, kawah terbesar dan tertua di Bulan.

Robot Yutu-2 datang ke Bulan pada Januari 2012 dengan menumpang wahana Chang'e 4. Sejak berpisah dari Chang'e 4, sudah setahun lamanya Yutu-2 menjelajah cekungan Kutub Utara-Aitken.

Baca juga: Robot Penjelajah China tampilkan Pemandangan dari Sisi Jauh Bulan

Setelah terus-terusan mengirimkan foto dan video permukaan sisi jauh Bulan, kini Yutu-2 mengumpulkan data hingga kedalaman 40 meter di bawah permukaan Bulan dengan menggunakan radar berfrekuensi tinggi.

Pada kedalaman 12 meter pertama, Yutu-2 hanya menemukan debu halus.

Yan Su dari Akademi Iptek China yang ikut menganalisis data berkata bahwa debu ini mungkin berasal dari tumbukan meteorit kecil dan paparan radiasi matahari yang perlahan-lahan menghancurkan tanah terluar Bulan.

Kemudian, pada kedalaman 12 hingga 24 meter di bawah permukaan Bulan, Yutu-2 menemukan adanya batuan-batuan besar yang kemungkinan merupakan sisa-sisa dari tabrakan asteroid dan meteorit.

Baca juga: Wahana China Sukses Tumbuhkan Tanaman Kapas di Bulan

Di bawah itu, ada berlapis-lapis tanah halus dan tanah kasar. Su menjelaskan bahwa lapisan kasar mungkin sisa-sisa tumbukan asteroid dan meteorit, sementara lapisan halus mungkin terbentuk perlahan-lahan secara sendirinya tanpa perlu ada tumbukan.

Meski mengejutkan, Su juga berkata bahwa lapisan di lokasi eksplorasi Yutu-2 tidak sekompleks lokasi pendaratan Chang'e 4.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

Oh Begitu
WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

Fenomena
Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Oh Begitu
Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun, Berapa Dosisnya?

Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun, Berapa Dosisnya?

Oh Begitu
Kasus Positif Covid-19 pada Anak Meningkat, Kemenkes: Sekolah Harus Perhatikan Prokes

Kasus Positif Covid-19 pada Anak Meningkat, Kemenkes: Sekolah Harus Perhatikan Prokes

Oh Begitu
Bumi Berputar Lebih Cepat atau Lebih Lambat? Ini Kata Ahli

Bumi Berputar Lebih Cepat atau Lebih Lambat? Ini Kata Ahli

Oh Begitu
Presiden Jokowi: Perubahan Iklim Semakin Kritis dan Penting Diatasi Segera

Presiden Jokowi: Perubahan Iklim Semakin Kritis dan Penting Diatasi Segera

Oh Begitu
Menkes Budi: YouTube Periksa Bantu Tingkatkan Sumber Informasi Kesehatan yang Kredibel

Menkes Budi: YouTube Periksa Bantu Tingkatkan Sumber Informasi Kesehatan yang Kredibel

Oh Begitu
Dianggap Tularkan Virus Cacar Monyet, Monyet di Brasil Diracuni

Dianggap Tularkan Virus Cacar Monyet, Monyet di Brasil Diracuni

Fenomena
4 Gangguan Menstruasi dan Penyebabnya

4 Gangguan Menstruasi dan Penyebabnya

Oh Begitu
Jangan Lewatkan Sturgeon Moon Hari Ini, Fenomena Supermoon Terakhir di 2022

Jangan Lewatkan Sturgeon Moon Hari Ini, Fenomena Supermoon Terakhir di 2022

Oh Begitu
Apa Itu Eksositosis?

Apa Itu Eksositosis?

Oh Begitu
Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Pembuatan Perunggu 2.300 Tahun Lalu di China Terungkap dalam Catatan Kuno

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.