Pecahkan Rekor, Satelit NASA Ini Nyaris Menyentuh Matahari

Kompas.com - 04/02/2020, 18:32 WIB
Ilustrasi satelit luar angkasa Parker Solar Probe Nasa yang mendekati Matahari. Johns Hopkins University Applied Physics LaboratoryIlustrasi satelit luar angkasa Parker Solar Probe Nasa yang mendekati Matahari.


KOMPAS.com - Satelit luar angkasa atau spacecraft milik Nasa ini berhasil memecahkan rekor sebagai objek buatan manusia yang nyaris menyentuh Matahari.

Seperti melansir CNET, Selasa (4/2/2020), Parker Solar Probe adalah satelit buatan yang diluncurkan Badan Antariksa Amerika (Nasa) untuk mengorbit di Matahari.

Satelit ini diluncurkan untuk mengungkap beberapa misteri yang disembunyikan Matahari. Kendaraan tersebut dirancang untuk menahan suhu panas dari atmosfer luar Matahari.

Sejak diluncurkan kali pertama pada Agustus 2018, Parker Solar Probe Nasa semakin mendekati Matahari, bahkan nyaris menyentuh sistem utama dari tata surya ini.

Baca juga: Satelit NASA Tangkap Citra Makam Misterius di Jepang, Begini Rupanya

Satu rangkaian dari empat instrumen pada pesawat ini akan membantu ilmuwan memahami bagaimana korona matahari dan angin matahari memengaruhi Bumi dan seluruh tata surya.

Parker Solar Probe berada di orbit mengelilingi Matahari yang membuatnya bergerak sangat cepar dan membuatnya cukup dekat untuk "menyentuh" matahari.

Menurut kontrol misi di di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopskin, saat terbang 29 Januari lalu, satelit tersebut memecahkan rekor untuk kecepatan dan kedekatan dengan bintang paling berkobar di tata surya ini.

Penerbangan itu merupakan keempat kalinya Parker Solar Probe mendekati matahari dengan jarak yang sangat dekat.

Pada 1 Februari lalu, pesawat luar angkasa seukuran mobil itu mengirimkan sinyal status A ke Bumi.

Baca juga: Pertama Kalinya, Permukaan Matahari Terekam Kamera Sejelas Ini

Satelit Parker Solar Probe Nasa ini membuat catatan rekor pada November 2018 lalu.

Halaman:


Sumber CNET
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X