Kompas.com - 29/02/2020, 10:04 WIB
Tenaga medis berjalan dengan pakaian pelindung di sebuah stadion di Wuhan, yang diubah jadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien virus corona, Rabu (27/2/2020). CHINA DAILYTenaga medis berjalan dengan pakaian pelindung di sebuah stadion di Wuhan, yang diubah jadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien virus corona, Rabu (27/2/2020).

Sayangnya, tindakan tersebut memengaruhi kesehatan fisik dan mental masyarakat Hubei.

Karena hanya diizinkan menetap di rumah, selalu berada di bawah pengawasan intensif, dan kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Hal ini diungkapkan oleh Lawrence Gostin, spesialis kebijakan kesehatan global di Georgetown University Law Center.

Meskipun penyebaran virus masih belum bisa dihentikan, tetapi menahan proses penyebarannya akan sangat berpengaruh karena dapat memberikan kesempatan bagi para pekerja medis dilatih untuk melindungi diri, lebih banyak waktu bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri, serta lebih banyak waktu untuk menemukan obat yang dapat menyembuhkan virus corona beserta vaksinnya.

Baca juga: Para Ahli Berpacu Temukan Hewan yang Jadi Sumber Penyebar Virus Corona

Untuk menahan proses penyebaran virus, Dye menganjurkan negara-negara lain untuk mengikuti strategi yang dilakukan oleh China, yaitu memberhentikan pelayanan transportasi publik, menutup tempat-tempat hiburan, and melarang kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat.

"Kami tidak bisa membuktikannya namun langkah-langkah tersebut sangat membantu untuk menekan jumlah kasus virus corona," ujar Dye.

Untuk mempersiapkan keadaan ke depannya, rumah sakit dapat memperbanyak stok alat pernapasan dan jumlah kasur. Penggunaan vaksin untuk influenza dan pneumonia juga membantu untuk mengindentifikasi kasus COVID-19, karena ketiganya memiliki gejala yang mirip.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, pemerintah harus terus mengkampanyekan mengenai pentingnya mencuci tangan dan tetap berada di rumah jika sedang sakit.

Apapun langkah yang dilakukan, merupakan hal yang sangat penting untuk segera mengambil tindakan. Aylward berharap negara lain dapat mengikuti pergerakan yang dilakukan China.

"Kecepatan itu adalah segalanya. Dan yang saya khawatirkan, apakah negara-negara lain dapat bertindak dengan cepat?"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Sumber Sciencemag
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.