Virus Corona Sulit Dihentikan, Ini yang Harus Dilakukan Dunia

Kompas.com - 29/02/2020, 10:04 WIB
Tenaga medis berjalan dengan pakaian pelindung di sebuah stadion di Wuhan, yang diubah jadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien virus corona, Rabu (27/2/2020). CHINA DAILYTenaga medis berjalan dengan pakaian pelindung di sebuah stadion di Wuhan, yang diubah jadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien virus corona, Rabu (27/2/2020).

KOMPAS.com - Penyebaran virus corona semakin meluas dan terlihat sulit untuk dihentikan.

Dalam beberapa minggu terakhir, virus Covid-19 sudah menyebar ke Iran, Irak, Oman, Bahrain, Austria, dan Kroasia.

Setiap hari pun ada negara yang mengonfirmasi kasus baru Covid-19 di negaranya, menambah daftar panjang negara yang terinfeksi virus corona Wuhan. 

Di Italia, 10 kota di bagian utara ditutup karena virus udah menyebar di wilayah tersebut. Kemudian, Jepang melaporkan kasus-kasus baru setelah sebuah karantina di kapal pesiar rusak. Sementara di Korea Selatan wabah terus tumbuh secara eksplosif.

Virus ini mungkin masih menyebar secara diam-diam di berbagai tempat. Sebuah kelompok pemodelan di Imperial College London memperkirakan dua per tiga kasus di luar China belum terdeteksi.

Baca juga: Update Virus Corona 28 Februari: 2.858 Meninggal, 83.379 Terinfeksi

Banyak peneliti yang mulai merasa kesempatan untuk menghentikan wabah ini hampir tertutup.

"Saya merasa virus ini (Covid-19) seperti keluar dari China dan menyebar ke seluruh dunia diam-diam. Saya mulai pesimis wabah ini bisa dikontrol," ungkap Christopher Dye, seorang ahli epidemiologi di University of Oxford seperti dilansir Science Magazine, Selasa (25/2/2020).

Nancy Messonnier, pemimpin tim tanggap virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah memperingatkan warga Amerika untuk bekerja sama dalam mempersiapkan kemungkinan terburuk dari wabah ini.

Sejauh ini usaha untuk menahan penyebaran virus ini berfokus pada memperlambat penyebaran virus di China, menjaganya agar tidak keluar ke negara lain, serta melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien dan mengkarantina mereka selama dua minggu.

Total kasus virus corona hingga Sabtu pagi (29/2/2020) yang dilaporkan sudah mencapai lebih dari 84.000 pasien dengan korban meninggal lebih dari 2.900 jiwa. 97 persen dari angka tersebut berasal dari China.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Sciencemag
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X