Kompas.com - 26/02/2020, 20:03 WIB


KOMPAS.com - Selama puluhan tahun, misteri mengenai keberadaan makam Nefertiti terus menjadi pertanyaan para ahli. Pasalnya, tempat peristirahatan terakhir ratu Mesir ini tak pernah ditemukan.

Nefertiti bukanlah perempuan biasa, ia merupakan ratu Mesir yang popularitasnya menyamai Cleopatra.

Ratu Nefertiti digambarkan sebagai perempuan yang memiliki kombinasi kekuatan dan kecantikan yang memiliki tubuh ramping, bibir merah, dan mata coklat almond.

Tak hanya itu, Nefertiti merupakan ibu tiri dari firaun muda, Tutankhamun. Jadi amatlah wajar jika pada masanya ia memiliki pengaruh besar dalam peradaban Mesir kuno.

Penting untuk menemukan keberadaan makam dari sang ratu ini bagi ilmu pengetahuan.

Baca juga: Jejak Mesir Kuno, Mumi Anak Singa hingga Kumbang Raksasa Dipamerkan

Belum lama ini, tim arkeolog mengatakan mereka telah menemukan bukti potensial makam Nefertiti. Makam itu kemungkinan tersembunyi di balik dinding makam Tutankhamun.

Seperti melansir Newsweek, Rabu (26/2/2020), para peneliti yang dipimpin oleh mantan menteri kepurbakalaan Mesir Mamdouh Eldamaty, melakukan pemindaian terhadap dinding makam firaun Tutankhamun.

Dengan menggunakan teknologi radar penembus tanah tersebut peneliti dapat mengungkapkan informasi mengenai apa saja yang ada dibalik dinding makam Tutankhamun.

Berdasarkan tim, pemindaian tersebut berhasil mengungkap keberadaan ruang yang sebelumnya belum ditemukan.

Baca juga: Para Arkeolog Bikin Racikan Parfum Mesir Kuno Kesukaan Cleopatra

 

Ruang tersebut terletak di dekat ruang pemakaman, berukuran sekitar 2 meter. Ruang tersebut terhubung ke makam Tutankhamun dan disebut dengan kode KV62.

Temuan ini makin menguatkan gagasan yang sebelumnya pernah dikemukakan oleh beberapa ahli, di mana di balik makam firaun memang tersembunyi ruang rahasia yang menjadi peristirahatan terakhir Ratu Nefertiti.

Meski begitu temuan ini belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

Sementara itu, Ray Johnson, seorang Egyptologist di University of Chicago's Oriental Institute di Luxor, Mesir yang tak terlibat dalam penelitian menggambarkan temuan terbaru tersebut mengatakan temuan ini sangat menarik.

"Jelas ada sesuatu di sisi lain dinding utara ruang pemakaman," katanya.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Bulu Tangkis, Bermula dari Mesir Kuno

Tutankhamun sendiri merupakan penguasa Mesir pada masa sekitar 1332 SM, namun ia hanya memerintah hingga 1323 SM.

Pada usia 19 ia mangkat dan tak banyak yang diketahui mengenai firaun ini sampai makamnya yang mewah ditemukan pada 1922 oleh arkeolog Inggris, Howard Carter yang kemudian menjadikannya salah satu ikon Mesir kuno.

Upaya mengungkap misteri makam Ratu Nefertiti, tinggal menunggu waktu untuk dipecahkan.

Mengingat sebelumnya, beberapa peneliti juga telah melakukan studi di tempat tersebut dan dengan metode yang sama, namun hasilnya nihil.

"Hipotesis mengenai keberadaan kamar tersembunyi atau koridor yang berdekatan dengan makam Tutankhamun tidak didukung oleh data radar penembus tanah," papar Francesco Porcelli, ahli fisika dari Polytechnic University of Turin, Italia yang melakukan penelitian makam Nefertiti pada 2017 silam.

Baca juga: Misteri Mesir Kuno, Makam 4.500 Tahun dekat Piramida Giza Dibuka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.