Waspada 7 Penyakit Pasca-banjir dan Pencegahannya

Kompas.com - 26/02/2020, 13:02 WIB
Tampilan banjir Jakarta dari helikopter yang mengangkut Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat mereka meninjau kondisi banjir terkini pada Rabu (1/1/2020). DOKUMENTASI BNPBTampilan banjir Jakarta dari helikopter yang mengangkut Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat mereka meninjau kondisi banjir terkini pada Rabu (1/1/2020).

KOMPAS.com – Banjir kembali melanda Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (25/2/2020). Tanpa disadari, banjir menyebabkan beragam jenis penyakit mulai dari diare sampai ISPA.

Berikut tujuh penyakit pasca-banjir yang dirangkum Kompas.com:

1. Diare

Diare ditandai oleh gejala encernya feses dan frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya. Bakteri penyebab diare yang paling umum yaitu rotavirus, shigella, E.coli, cryptosporidium, dan lain sebagainya.

IlustrasiDiy13/Thinkstock Ilustrasi

Saat banjir tiba, sumber air bersih khususnya dari sumur dangkal banyak yang tercemar bakteri maupun virus. Fasilitas air bersih di pengungsian saat banjir juga minim ketersediaan air bersih.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

DBD ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tekadang DBD dapat menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang serasa retak. DBD yang parah, dikenal dengan Viral Hemorrhagic Fever (VHF atau demam berdarah virus).

Pasca-banjir, akan terdapat banyak genangan air. Disengaja maupun tidak, genangan ini berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk.

3. Kencing tikus

Kencing tikus disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut Leptospira interrogans. Penyebarannya bisa melalui sentuhan, yaitu saat menyentuh tanah atau air, tanah basah, atau tanaman yang terkontaminasi oleh urine binatang yang terinfeksi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X