Kompas.com - 26/02/2020, 07:01 WIB
Beberapa anak di lapangan parkir Universitas Borobudur memanfaatkan genangan banjir sedalam lebih kurang 1 meter untuk berenang dan bermain air, Jakarta, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.com/NABILLA RAMADHIANBeberapa anak di lapangan parkir Universitas Borobudur memanfaatkan genangan banjir sedalam lebih kurang 1 meter untuk berenang dan bermain air, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Dia melanjutkan, ternyata kondisi kejadian fenomena cuaca dan iklim ekstrem menjadi semakin sering selama 30 tahun terakhir dengan intensitas yang semakin tinggi.

"Kondisi ekstrem ini kejadiannya semakin sering sejak 30 tahun terakhir dan jangka tahunnya semakin memendek. Hari ini adalah sebagian dari fenomena (cuaca ekstrem) yang panjang tadi," ungkap dia.

Proyeksi perkembangan perubahan iklim ini, kata dia, masih akan berlangsung hingga periode tahun 2040 mendatang.

Baca juga: Jakarta Banjir, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem Saat Ini

"Hal yang sama juga diproyeksikan akan terjadi di masa yang akan datang, periode tahun 2020-2040," kata dia.

Dari data yang telah dianalisis tersebut, menurut Dwikorita, perlu adanya lompatan dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Selain itu, perlu lebih ditingkatkan lagi koordinasi dan sinergi antara stakeholder terkait dalam penanganan bencana banjir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.