Kanker Langka Ditemukan pada Ekor Dinosaurus Berusia 66 Juta Tahun

Kompas.com - 13/02/2020, 20:03 WIB
Lesi tumor (kanker) ditemukan pada fosil ekor dinosaurus berusia 66 juta tahun. sciencealertLesi tumor (kanker) ditemukan pada fosil ekor dinosaurus berusia 66 juta tahun.


KOMPAS.com - Keberadaan kanker ternyata sudah ada jauh lebih lama dari yang pernah diperkirakan sebelumnya. Bukti ini berdasarkan pada studi yang dilakukan pada fosil dinosaurus berusia 66 juta tahun.

Peneliti menemukan ada sesuatu yang aneh pada hadrosaur muda, dinosaurus herbivora berparuh bebek ini mati jutaan tahun lalu. Namun, mereka tidak mengetahui penyebab kematian binatang purba ini.

Dari 11 segmen tulang ekor yang tersisa, delapan di antaranya menunjukkan berbagai kondisi patologis yang belum pernah terlihat pada dinosaurus lain.

"Ada rongga besar di dua segmen vertebrata tersebut," jelas ahli anatomi evolusi Hila May dari Tel Aviv University di Israel.

Baca juga: Dijuluki Si Dewa Kematian, Dinosaurus ini Masih Sepupu T-Rex

Lebih lanjut, May menyebut kalau rongga tersebut mirip dengan rongga yang diproduksi oleh tumor yang terkait dengan penyakit langka Langerhans Cell Histiocytosis (LCH) yang masih ada sampai sekarang pada manusia.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports ini juga mengungkapkan bentuk kanker langka ini telah ada di Bumi setidaknya selama 66 juta tahun lalu, saat berakhirnya zaman Cretaceous.

"Melalui pemindaian mikro-CT mengonfirmasi itu sebenarnya LCH. Dan ini adalah pertama kalinya diidentifikasi pada dinosaurus," papar May, seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (12/2/2020).

Sebenarnya bukan pertama kalinya LCH ditemukan pada hewan, penelitian sebelumnya mengungkapkan patologi yang sama pada tikus hutan dan harimau. Tetapi tim peneliti belum pernah menemukannya dalam catatan fosil.

Baca juga: Penemuan Tulang Lengan Dinosaurus Tertinggi di Bumi ini Dibantu Kuda

Langerhans Cell Histiocytosis (LCH) adalah jenis kanker langka, di mana sel sistem kekebalan berlebih menumpuk dan membentuk tumor yang disebut granuloma.

Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak kecil. Sementara, sebagian besar pasien yang mengalami LCH akan sembuh, kondisi ini menyebabkan rasa sakit dan bengkak.

Penyebab pasti LCH masih menjadi perdebatan, tetapi dengan bukti baru yang telah ditemukan, peneliti bisa mempelajari lebih lanjut tentang penyakit langka ini.

Bahkan, melalui penelitian ini dapat diketahui dinosaurus telah lama terkena penyakit kanker ini lebih dari 60 juta tahun yang lalu.

"Pada akhirnya, tujuan dari studi tersebut adalah untuk memahami penyebab sebenarnya dari penyakit (kanker langka) dan mekanisme evolusi apa yang memungkinkan berkembang dan bertahan hidup," ujar Israel Hershkovitz, peneliti lain yang tergabung dalam studi ini.

Dengan memahami mekanisme yang mendasari munculnya penyakit kanker ini pada dinosaurus, peneliti berharap dapat mengobati penyebabnya secara lebih efektif.

Baca juga: Karnivora Ganas ini, Spesies Dinosaurus Baru dari Zaman Jurassic

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X