Penemuan yang Mengubah Dunia: Seismograf Digunakan di Bumi hingga Mars

Kompas.com - 13/02/2020, 18:03 WIB
Seismograf, alat pencatat gempa bumi. THINKSTOCKSeismograf, alat pencatat gempa bumi.

Masalah dasar dalam mengukur gerakan tanah adalah untuk mencapai titik mantap yang tetap pada saat gerakan tanah. Berbagai jenis pendulum atau bandul telah digunakan untuk tujuan itu.

Jenis paling sederhana adalah pendulum umum di mana massa yang berat ditangguhkan oleh kawat atau batang dari titik tetap (seperti dalam jam).

Setelah serangkaian gempa bumi melanda dekat Perthshire, Skotlandia, pada tahun 1839, seismometer dengan pendulum terbalik, dipasang di dekat Comrie pada tahun 1840.

Sementara seismograf pertama, menurut seismolog Italia, diciptakan oleh fisikawan Italia, Filippo Cecchi. Seismograf Cecchi juga menggunakan pendulum, tetapi itu adalah alat pertama yang dapat merekam gerakan terkait gerakan tanah Bumi sebagai fungsi waktu.

Gerakan yang dihasilkan oleh gelombang seismik akan mengaktifkan jam dan merekam permukaan yang mendeteksi gerakan tanah setiap 1 sentimeter per detik. Selanjutnya, memungkinkan pembaca untuk menentukan waktu terjadinya gempa bumi, serta durasinya.

Baca juga: Rilis Evaluasi Gempa Bumi Selama Januari 2020, Ini 8 Kluster Zona Aktif di Indonesia

Perkembangan alat seismograf terjadi dengan cepat pada tahun 1880. Ketika fisikawan Skotlandia Sir James Alfred Ewing, insinyur Skotlandia Thomas Gray dan ahli geologi Inggris John Milne, bekerja di Jepang untuk mempelajari gempa bumi.

Menyusul gempa bumi dahsyat yang terjadi di Yokohama dekat Tokyo. Pada saat itu, para ahli ini mendirikan Seismological Society of Japan.

Organisasi ini kemudian mengembangkan berbagai perangkat deteksi gempa, yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya seismograf yang digunakan saat ini.

Di antara instrumen deteksi gempa yang pernah dibuat pada periode itu, seismograf pendulum horizontal Milne yang paling dikenal.

Baca juga: Gempa Bumi, Mungkinkah Diprediksi?

Sebab, seismograf Milne itu berhasil merekam beberapa gempa bumi di Jepang. Setelah kembali ke Inggris, dia membangun jaringan seismograf di seluruh dunia menggunakan instrumen tersebut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X