Serba-serbi DBD: Penyebab, Gejala, sampai Tanaman Penghalau Nyamuk

Kompas.com - 09/12/2019, 07:23 WIB
Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti. Ilustrasi demam berdarah, nyamuk aedes aegypti.

KOMPAS.com - Hal yang sulit dihindari dari musim pancaroba seperti saat ini adalah perkembangan nyamuk Aedes aegypti. Oleh sebab itu, kita perlu awas terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkannya.

Gigitan si nyamuk belang Aedes aegypti inilah yang membuat seseorang mengalami DBD.

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, sekitar 50 juta orang di seluruh dunia terinfeksi virus dengue setiap tahunnya.

Spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati Jakarta, dr. Gustan Syahri, SpPD menjelaskan, ada 4 jenis virus atau dikenal sebagai serotipe yang menjadi penyebab DBD.

Baca juga: Musim Hujan Segera Tiba, Ini Cara Cegah Nyamuk DBD Masuk Rumah

Serotipe tersebut yaitu dengue-1 (DEN-1), DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.

Dari keempat serotipe tersebut, dikatakan Gustan, DEN-3 yang paling ganas menyerang.

Namun, sampai saat ini belum ada hasil penelitian serulogi untuk mengetahui dampak serangan dan ciri khusus DEN-3.

"Yang paling parah memang DEN-3, tapi kalau antibodi manusia terhadap DEN-3 sudah terbentuk, dia akan tahan," kata Gustan seperti yang dilansir dari artikel Kompas.com (3/4/2013).

Lalu, bagaimana Anda dapat mengetahui gejala DBD?

Kuncinya, demam mendadak tinggi

Dilansir dari artikel Kompas.com (7/6/2014), dokter spesialis ilmu penyakit dalam FKUI/RSCM Leonard Nainggolan mengatakan, perlunya melakukan pengamatan tanda-tanda saat demam.

Biasanya, demam yang terjadi akibat DBD terjadi secara tiba-tiba. Misalnya, ketika malam hari Anda tiba-tiba mengalami demam, padahal Anda merasa sehat sejak siang hari.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X