Sering Dianggap Sama, Apa Beda SARS dan Virus Corona dari Wuhan?

Kompas.com - 24/01/2020, 13:02 WIB
Seorang pria berjalan meninggalkan Wuhan Medical Treatment Centre, tempat di mana seorang pria meninggal karena dugaan penyakit pernapasan yang misterius, di Kota Wuhan, China, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. AFP/NOEL CELISSeorang pria berjalan meninggalkan Wuhan Medical Treatment Centre, tempat di mana seorang pria meninggal karena dugaan penyakit pernapasan yang misterius, di Kota Wuhan, China, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.

KOMPAS.com - Virus corona jenis baru atau pneumonia Wuhan awalnya dianggap sama dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Namun, apa perbedaan Virus yang secara resmi disebut 2019-nCoV dengan SARS itu?

Apa itu SARS?

SARS coronavirus (SARS-CoV) diidentifikasi pertama kali pada 2003.

Dilansir WHO, SARS kemungkinan besar berasal dari hewan kelelawar yang menyebar ke hewan lain, seperti luwak. Selain hewan, SARS juga dapat menular ke manusia.

Virus ini pertama kali diidentifikasi menyerang manusia pada 2002, tepatnya warga yang tinggal di Provinsi Guangdong, China.

Epidemi SARS memengaruhi 26 negara dan terdapat lebih dari 8.000 kasus pada 2003.

Baca juga: Penelitian Terbaru: Virus SARS Berasal dari Kelelawar Sepatu Kuda

Sejak itu, sejumlah kecil kasus muncul akibat dari kecelakaan di laboratorium dan juga melalui penularan dari hewan ke manusia.

Transmisi SARS-CoV terutama dari manusia ke manusia muncul dalam minggu kedua munculnya wabah. Ini sesuai dengan puncak ekskresi virus dalam sekresi pernapasan dan tinja, dan ketika kasus dengan penyakit parah mulai memburuk secara klinis.

Sebagian besar kasus penularan dari manusia ke manusia terjadi dalam pengaturan perawatan kesehatan, tanpa adanya tindakan pencegahan pengendalian infeksi yang memadai.

Penerapan praktik pengendalian infeksi yang tepat akhirnya mengakhiri wabah SARS secara global.

Gejala SARS

Gejala SARS mirip dengan influenza. Ini termasuk demam, malaise, mialgia, sakit kepala, diare, dan menggigil.

Tidak ada gejala atau kelompok gejala individual yang terbukti spesifik untuk diagnosis SARS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X