Virus Corona China, Kenali Gejala hingga Tips Mencegahnya

Kompas.com - 24/01/2020, 08:04 WIB
Seorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. AFP/NOEL CELISSeorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.

KOMPAS.com - Virus corona atau pneumonia Wuhan, yang secara resmi disebut 2019-nCoV, telah menewaskan sedikitnya 17 orang dan menginfeksi sekitar 554 orang di China hingga Rabu (22/1/2020).

Selain China, virus ini pun telah menyebar ke negara lain termasuk Makau, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Filipina, Australia, hingga Amerika Serikat.

Hingga saat ini para ilmuwan masih berjuang memahami virus corona Wuhan yang dikonfirmasi dapat ditularkan antar-manusia tersebut.

Kini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah merilis panduan untuk tenaga medis profesional terkait gejala yang muncul akibat virus 2019-nCoV.

Baca juga: Wabah Virus Corona, Sudah Terdeteksi di Mana Saja?

Gejala yang harus diwaspadai

Dilansir Science Alert, Rabu (22/1/2020), ada beberapa gejala yang menunjukkan seseorang berisiko tertular virus corona Wuhan, di antaranya:

1. Demam dan muncul gejala penyakit pernapasan seperti batuk atau sesak setelah perjalanan dari Wuhan.

2. Demam atau muncul gejala penyakit pernapasan seperti batuk atau sesak setelah melakukan "kontak dekat" selama dua minggu terakhir dengan seseorang yang positif tertular virus corona Wuhan.

"Kontak dekat" yang dimaksud CDC adalah berada di jarak sekitar 1,8 meter, berada di dalam ruangan atau area perawatan yang sama dengan orang dengan virus corona dalam jangka waktu lama dan tidak menggunakan pakaian pelindung yang sesuai.

"Kontak dekat" juga dapat didefinisikan memiliki kontak langsung dengan sekresi infeksius dari seseorang dengan virus tanpa pakaian pelindung.

CDC mengatakan, kontak dekat mencakup merawat, tinggal bersama, menjenguk, dan berbagi ruangan dengan orang yang terkena virus corona.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X