Mengenal Efek Plasebo yang Sering Disebut pada "Cuci Otak" Terawan

Kompas.com - 14/04/2018, 20:05 WIB
Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto enggan menanggapi  perihal keputusan  pemberhentian sementara dari keanggotan IDI yang dikeluarkan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terhadap dirinya, Rabu (4/4/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAKepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto enggan menanggapi perihal keputusan pemberhentian sementara dari keanggotan IDI yang dikeluarkan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terhadap dirinya, Rabu (4/4/2018).

KOMPAS.com - Beberapa hari belakangan, pemberitaan publik dipenuhi dengan kontroversi terapi cuci otak ala dokter Terawan Agus Putranto. Kasus ini menjadi perhatian setelah kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto itu diberi sanksi oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sanksi yang diberikan berupa pemecatan sementara selama satu tahun yang disertai dengan pencabutan izin praktik Terawan.

Hal ini memicu perdebatan di kalangan publik. Apalagi, setelah banyak orang mengaku sembuh dengan terapi cuci otak ini.

Tak tinggal diam, IDI kemudian menunda amar keputusan tersebut. Meski begitu, kontroversi tentang terapi ala Terawan tak kunjung reda.

Baca juga: Kemenkes Belum Terima Surat Resmi dari IDI untuk Uji Terapi Terawan

Salah satu yang menjadi perdebatan adalah terapi cuci otak ini hanya dianggap bersifat plasebo. Namun, apa sebenarnya plasebo itu?

Mengenal Plasebo

Dirangkum dari opini A Fauzi Yahya, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah pada Harian Kompas, Rabu (11/04/2018), plasebo didefinisikan sebagai terapi obat-obatan dan prosedur medis tanpa memiliki kandungan terapi. Meski tak punya kandungan terapi, plasebo beperan untuk menghilangkan atau meredakan keluhan pasien.

"Termasuk dalam plasebo adalah bentuk komunikasi, situasi lingkungan, sentuhan tangan, dan sikap-sikap lain yang menyentuh emosi pasien," tulis Fauzi.

Efek plasebo ini biasanya bersifat subyektif pada setiap pasien. Meski berbeda-beda bagi tiap pasien; plasebo bisa meringankan kecemasan, depresi, hingga keluhan sakit pasien.

Plasebo, baik obat maupun tindakan medis, tidak mengubah perjalanan penyakit ataupun menurunkan kematian akibat penyakit tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X