Kompas.com - 22/01/2018, 18:05 WIB

KOMPAS.com -- Sebuah studi baru di jurnal Psychological Medicine mengungkapkan bahwa salah satu masalah yang sering dialami remaja dengan obsessive-compulsive disorder (OCD) adalah kesulitan berkonsentrasi dan mengingat. Akibatnya, potensi anak tersebut sulit untuk berkembang maksimal di sekolah.

OCD pada usia anak atau remaja memang sangat menyusahkan. 90 persen dari pasien muda ini mengalami kesulitan mengerjakan PR dan berkonsentrasi saat pelajaran.

Padahal di usia tersebut, mereka seharusnya sudah siap untuk belajar hal baru seperti bahasa asing, mengendarai sepeda, atau kegiatan motorik lainnya.

Jika tidak bisa belajar baik di sekolah atau melakukan keterampilan sosial, mereka cenderung menjadi stres dan cemas.

Baca Juga: Mari Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik dari Burung Laut

Sebelumnya, para peneliti di University of Cambridge menemukan ada masalah serius tentang fleksibilitas kognitif orang dewasa yang mengidap OCD.

Fleksibilitas kognitif adalah keterampilan penting untuk menemukan solusi yang tepat untuk sebuah masalah, dan beralih ke pendekatan baru saat solusi pertama gagal.

Kini, mereka ingin mengetahui, apakah hal yang sama juga terjadi pada remaja dengan OCD. 

Dr Julia Gottwald dan Profesor Barbara Sahakian dari Departemen Psikiatri, memilih 36 remaja dengan OCD dan 36 remaja yang sehat untuk mengikuti tes memori dan kemampuan belajar.
30 remaja dari masing-masing kelompok akan diuji untuk menilai keseimbangan kontrol perilaku yang diarahkan pada tujuan dan kebiasaan.

Hasilnya, pasien remaja dengan OCD mengalami kesulitan pada semua tugas belajar dan memori.

Baca Juga: Belajar Renang Bisa Menyelamatkan Hidup Anak Autisme

Penelitian yang didanai oleh Wellcome Trust dan Medical Research Council ini juga mengungkapkan untuk kali pertama bahwa perkembangan awal OCD memengaruhi kontrol untuk melakukan tujuan yang diarahkan. Penyebabnya adalah kurangnya fleksibilitas kognitif di awal pengembangan OCD.

"Sementara banyak penelitian berfokus pada OCD dewasa, kita hanya tahu sedikit tentang kondisi remaja. Studi kami ini menunjukkan bahwa remaja dengan OCD memiliki masalah dengan memori dan kemampuan untuk menyesuaikannya dengan perilaku fleksibel saat situasinya berubah," kata Dr Gottwald, penulis utama studi ini.

Profesor Sahakian juga berkata bahwa dirinya terkejut dan khawatir setelah melihat masalah belajar dan memori yang begitu luas di kalangan anak muda ini sejak awal OCD. "Penting untuk mengikuti penelitian ini dan mengatasi masalah kognitif ini, khususnya untuk menentukan bagaimana dampaknya terhadap gejala klinis dan kinerja sekolah," ujarnya.

Penelitian berikutnya akan fokus lebih detail terhadap sifat dan bagaimana OCD memengaruhi proses belajar mengajar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber EurekAlert
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kita
Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.