Kompas.com - 21/01/2018, 18:30 WIB
Hutan Colorado/ Smithsonian Hutan Colorado/ SmithsonianHutan Colorado/ Smithsonian
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Perubahan iklim adalah masalah serius yang mengancam kehidupan manusia di Bumi. Tetapi saat Anda datang ke hutan di Colorado, Anda akan sejenak mengagumi efek perubahan iklim di hutan tersebut.

Bunga berwarna ungu terlihat mekar di kanopi hutan Barro Panama di Pulau Colorado. Menurut peneliti, pemandangan ini disebabkan karena jumlah karbon dioksida yang meningkat serta suhu hutan yang memanas di hutan itu. 

Stephanie Pau, peneliti dari Florida State University, tidak menduga ternyata ada hubungan antara jumlah karbon dioksida dengan mekarnya bunga di kanopi. "Ini benar-benar luar biasa," kata Pau.

"Selama beberapa dekade terakhir, kami telah melihat pemanasan suhu dan peningkatan karbon dioksida, dan studi kami menemukan bahwa hutan tropis ini telah merespons kenaikan tersebut dengan menghasilkan lebih banyak bunga," katanya, dikutip dari BigThink, Sabtu (20/1/2018).

Baca Juga: Lewat Kotoran Kelelawar, Para Peneliti Pelajari Perubahan Iklim

Pau bersama timnya menganalisis data yang dikumpulkan selama 28 tahun tentang hutan tropis itu. Peneliti menganalisis tentang curah hujan, perubahan suhu, cahaya dan efek kandungan karbon dioksida terhadap bunga di hutan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karbon dioksida di atmosfer jelas memiliki efek terbesar pada peningkatan bunga," ujar Pau di makalah yang dimuat di Jurnal Global Change Biology.

Tanaman menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan mengubahnya menjadi energi dari gula yang mendorong proses kehidupan vital.

Lebih banyak karbon dioksida berarti lebih banyak energi yang digunakan untuk aktivitas reproduksi yang lebih banyak.

Tak semua dampak perubahan iklim secantik ini. Di belahan dunia lain, perubahan iklim mengakibatkan fenomena kekeringan dan meningkatnya curah hujan sehingga meningkatkan bencana.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa jumlah karbon dioksida di atmosfer planet kita tumbuh cepat hingga tingkat yang tidak terlihat dalam jutaan tahun.

Konsentrasi karbon dioksida karerna efek gas rumah kaca buatan manusia, sudah mencapai 403,3 bagian per juta (ppm) pada tahun 2016, meningkat dari 400,0 pada tahun 2015. Data tersebut dilaporkan oleh U.N. World Meteorological Organization.

Baca Juga: Perubahan Iklim Bisa Menghilangkan Sepertiga Spesies Parasit di Dunia

NASA juga menunjukkan kenaikan karbon dioksida di planet Bumi. 97% ilmuwan perubahan iklim adalah aktivitas buatan manusia dari pertengahan abad ke 20 hinga sekarang:

Menurut NASA, jumlah karbon dioksida sekarang 45% lebih banyak daripada di tingkat pra-industri dan hampir dua kali lipat tingkat selama siklus zaman es yang diikuti oleh periode yang lebih hangat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Big think
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.