Kompas.com - 01/03/2020, 10:03 WIB
Ilustrasi gempa bumi ShutterstockIlustrasi gempa bumi

KOMPAS.com - Sabtu (29/2/2020) pukul 16.28 WIB, wilayah Laut Filipina diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,5 yang terasa hingga Manado, Indonesia.

Dalam keterangan tertulis oleh Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono ST Dipl Seis MSc, episenter gempabumi ini terletak pada koordinat 3.26 LU dan 128.11 BT.

Lokasi tepatnya yaitu berada di laut pada jarak 124 km arah Utara Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada kedalaman 128 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas Subduksi Lempeng Laut Philipina," kata dia.

Baca juga: Zona Megathurst Sukabumi Picu Gempa Besar dan Tsunami? Ini Kata BMKG

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan Patahan Naik.

Hingga hari Sabtu, 29 Februari 2020 pukul 16.47 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan dan hasil pemodelanjuga gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, dampak gempabumi yang terjadi itu sendiri dirasakan di daerah Manado, Bitung, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Tonggano, Tutuyan, Tobelo, Morotai dengan skala intensitas III MMI.

Untuk diketahui, skala intensitas III MMI, itu getarannya dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan truk berlalu.

Baca juga: Gempa Hari Ini: Maluku Diguncang Lindu M 6,7, Terasa Sampai Kaimana

Meski demikian, hingga saat laporan dan artikel ini dimuat, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Upayakan untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.