Pria Jepang yang ke Bali, Mungkinkah Positif SARS-CoV-2 tapi Negatif Covid-19?

Kompas.com - 29/02/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi Covid-19 ShutterstockIlustrasi Covid-19

KOMPAS.com - Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Indonesia membuat bingung warganet ketika mengatakan bahwa seorang warga Jepang yang baru pulang dari Indonesia tidak terinfeksi Covid-19, meskipun dinyatakan positif SARS CoV-2.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi nama penyakit yang disebabkan virus corona baru Covid-19, sementara virusnya sendiri SARS CoV-2 — dan banyak orang, termasuk media, menggunakan kedua nama itu dalam menjelaskan wabah virus corona baru yang berasal dari Wuhan.

Tapi mungkinkah seseorang terinfeksi SARS CoV-2 tapi tidak menderita Covid-19?

Terinfeksi, tapi tidak sakit

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan ia menyebut pria Jepang yang dinyatakan positif virus corona setelah pulang berlibur di Bali itu bukan merupakan kasus Covid-19, karena otoritas kesehatan Jepang berkali-kali mengatakan bahwa wisatawan tersebut terinfeksi SARS Coronavirus Tipe 2 (SARS CoV-2).

Baca juga: Duduk Perkara Kegaduhan Pria Jepang Positif SARS Coronavirus Tipe 2, bukan Covid-19

"Kita mengklarifikasi ke otoritas kesehatan Jepang, mereka menjawab bahwa turis tersebut dirawat dengan infeksi SARS Coronavirus Tipe 2 (SARS CoV-2). Kita konfirmasi lagi, tetap jawabannya adalah SARS Coronavirus Tipe 2," ujarnya kepada BBC News Indonesia.

"Ini berbeda dengan statemen otoritas kesehatan Jepang juga terhadap para ABK kita yang ada di [kapal] Diamond Princess, yang sudah tegas disebut sebagai Covid-19."

Achmad menjelaskan bahwa bahwa berdasarkan pendapat sejumlah pakar, SARS CoV-2 memiliki perbedaan yang merupakan bentuk mutasi dari virus yang awal ada di Wuhan yang dikenal dengan novel coronavirus.

Mutasi tersebut diyakini menyebabkan beberapa kasus positif SARS CoV-2 menunjukkan gejala klinis yang ringan atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali alias asimptomatik.

Baca juga: Ini Kronologi Pria Jepang Positif SARS Coronavirus Tipe 2 dari Bali

Pasien yang dinyatakan positif SARS CoV-2 di Jepang, kata Achmad, menunjukkan "ada gejala, tapi ringan, tidak seperti yang di Wuhan itu."

Keyakinan akan mutasi itu membuat Kementerian Kesehatan memperpanjang masa observasi para WNI yang bekerja di kapal Diamond Princess menjadi 28 hari dari yang biasanya hanya dua pekan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X