Kemenkes: Pria Jepang yang Berlibur ke Bali Tidak Terinfeksi Covid-19

Kompas.com - 24/02/2020, 12:44 WIB
Seorang penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan tidak negatif virus corona keluar setelah menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut. AFP/CHARLY TRIBALLEAUSeorang penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan tidak negatif virus corona keluar setelah menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.

KOMPAS.com - Seorang pria asal Jepang diduga terjangkit virus corona sebelum datang dan berlibur ke Bali, Indonesia, pada 15-19 Februari 2020.

Menanggapi dan meluruskan infromasi yang viral ini, Kompas.com menghubungi Sekretaris Ditjen P2p Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, Senin (24/2/2020).

Yurianto menegaskan, dari laporan otoritas pemerintah Jepang tadi malam, Minggu (23/2/2020), hasil identifikasi pria asal Jepang itu tidak mengidap atau terinfeksi Covid-19, melainkan terinfeksi virus SARS-Coronavirus tipe 2.

"SARS-Coronavirus Tipe 2 ini beda dengan Covid-19. Perbedaannya lebih dari 70 persen. Jadi ini bukan Covid-19," kata dia.

Baca juga: Update Virus Corona 24 Februari: 2.696 Meninggal, 79.561 Terinfeksi

Penyebab gejala yang diderita oleh pasien asal Jepang ini jelas berbeda dengan Covid-19 atau virus Corona Wuhan dari China yang sedang ramai diperbincangkan dan masih mewabah saat ini.

Sementara itu, redaksi mencatat bahwa WHO telah menamakan virus penyebab penyakit Covid-19 sebagai SARS-CoV-2. Penamaan ini karena SARS-CoV-2 yang menyebabkan wabah merupakan varian baru dari virus SARS yang menjadi wabah pada tahun 2000-an. Covid-19 adalah nama penyakitnya, sementara SARS-CoV-2 adalah nama virusnya.

"Nanti kalau yang tahu ilmu pervirusan akan tahu apa bedanya, yang jelas bedanya mencapai 70 persen dan penyakitnya juga enggak sama," ucap dia.

Perihal apakah virus SARS-Coronavirus tipe 2 ini lebih berbahaya daripada Covid-19 dan juga potensi penularannya, Yurianto menegaskan bahwa tidak ada data tentang kasus virus SARS-Coronavirus tipe 2 ini di Indonesia.

"Karena ini mungkin seasonal flu (flu musiman) yang ada di Jepang sana, dan kita tidak tahu," ujarnya.

Jika penyakit yang diderita pasien adalah flu musiman yang ada di Jepang, kata dia, kita tidak perlu heboh karena Indonesia dan Jepang juga memiliki musim yang berbeda.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X