Kompas.com - 27/02/2020, 08:04 WIB

KOMPAS.com - Banyak teka-teki tentang wabah virus corona Wuhan alias Covid-19 yang masih menjadi misteri, termasuk hewan apa yang sebenarnya menyebarkan virus yang mengganggu pernapasan ini.

Beberapa skenario hewan penyebar wabah muncul. Dimulai dari seekor kelelawar yang terbang dan menjatuhkan kotorannya ke tanah. Kemudian, kotoran ini terambil oleh hewan liar, kemungkinan trenggiling, yang sedang mencari serangga di balik daun.

Trenggiling ini kemudian ditangkap oleh manusia yang lantas terpapar virus itu, dan menularkannya kepada pekerja di pasar hewan liar. Lalu terjadilah wabah yang kini mengglobal.

Para ilmuwan berupaya membuktikan skenario tersebut.

Baca juga: Pasien Suspek Corona di Semarang Meninggal karena Bronkopneumonia, Apa Itu?

Menurut Profesor Andrew Cunningham dari Zoological Society London (ZSL), upaya ini seperti kisah detektif.

Ia mengatakan, sejumlah hewan liar berpeluang untuk menjadi inang bagi virus itu, utamanya kelelawar.

Berapa banyak yang kita tahu mengenai "kejadian tumpahan" ini?

Ketika para ilmuwan berupaya memecahkan kode virus baru yang diambil dari tubuh pasien, kelelawar di China ikut tersangkut.

Kelelawar hidup dalam koloni besar, terbang jauh dan ada di seluruh benua. Mereka jarang sakit, tetapi punya peluang untuk menyebarkan penyakit secara luas.

Menurut Profesor Kate Jones dari University College London, ada bukti bahwa kelelawar telah beradaptasi dan mampu memperbaiki DNA mereka karena adanya kebutuhan energi untuk terbang.

"Ini membuat mereka bisa tahan terhadap virus sebelum benar-benar sakit," katanya.

Tak ada keraguan bahwa perilaku kelelawar membuat virus bisa tumbuh subur.

"Kalau dilihat cara mereka hidup, maka besar peluang mereka punya berbagai virus," kata Profesor Jonathan Ball dari University of Nottingham.

"Dan karena mereka mamalia, ada peluang mereka bisa menulari manusia baik secara langsung ataupun melalui spesies perantara."

Bagian selanjutnya dari misteri ini adalah mengidentifikasi hewan apa yang menginkubasi virus ini lalu berakhir di pasar hewan liar di Wuhan. Salah satu yang dicurigai adalah trenggiling.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.