Para Ahli Berpacu Temukan Hewan yang Jadi Sumber Penyebar Virus Corona

Kompas.com - 27/02/2020, 08:04 WIB
Ilustrasi trenggiling yang diburu dan dijadikan bahan obat tradisional SHUTTERSTOCK/PATRICK FONSECAIlustrasi trenggiling yang diburu dan dijadikan bahan obat tradisional

KOMPAS.com - Banyak teka-teki tentang wabah virus corona Wuhan alias Covid-19 yang masih menjadi misteri, termasuk hewan apa yang sebenarnya menyebarkan virus yang mengganggu pernapasan ini.

Beberapa skenario hewan penyebar wabah muncul. Dimulai dari seekor kelelawar yang terbang dan menjatuhkan kotorannya ke tanah. Kemudian, kotoran ini terambil oleh hewan liar, kemungkinan trenggiling, yang sedang mencari serangga di balik daun.

Trenggiling ini kemudian ditangkap oleh manusia yang lantas terpapar virus itu, dan menularkannya kepada pekerja di pasar hewan liar. Lalu terjadilah wabah yang kini mengglobal.

Para ilmuwan berupaya membuktikan skenario tersebut.

Baca juga: Pasien Suspek Corona di Semarang Meninggal karena Bronkopneumonia, Apa Itu?

Menurut Profesor Andrew Cunningham dari Zoological Society London (ZSL), upaya ini seperti kisah detektif.

Ia mengatakan, sejumlah hewan liar berpeluang untuk menjadi inang bagi virus itu, utamanya kelelawar.

Berapa banyak yang kita tahu mengenai "kejadian tumpahan" ini?

Ketika para ilmuwan berupaya memecahkan kode virus baru yang diambil dari tubuh pasien, kelelawar di China ikut tersangkut.

Kelelawar hidup dalam koloni besar, terbang jauh dan ada di seluruh benua. Mereka jarang sakit, tetapi punya peluang untuk menyebarkan penyakit secara luas.

Menurut Profesor Kate Jones dari University College London, ada bukti bahwa kelelawar telah beradaptasi dan mampu memperbaiki DNA mereka karena adanya kebutuhan energi untuk terbang.

"Ini membuat mereka bisa tahan terhadap virus sebelum benar-benar sakit," katanya.

Tak ada keraguan bahwa perilaku kelelawar membuat virus bisa tumbuh subur.

"Kalau dilihat cara mereka hidup, maka besar peluang mereka punya berbagai virus," kata Profesor Jonathan Ball dari University of Nottingham.

"Dan karena mereka mamalia, ada peluang mereka bisa menulari manusia baik secara langsung ataupun melalui spesies perantara."

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X