Kompas.com - 22/02/2020, 19:32 WIB

Namun, Connor meragukan gagasan tersebut dapat berlaku juga pada semua spesies paus.

Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Ahli Berhasil Catat Detak Jantung Paus Biru

"Sebagai ilmuwan, kami memiliki kecenderungan untuk mencari teori yang dapat menyatukan (gagasan) untuk suatu fenomena," ungkap Peter Corkeron, ilmuwan mamalia laut di New England Aquarium yang turut menulis penelitian bersama Connor pada 1999 tentang pembiakan hangat menghindari predator.

Corkeron mengatakan paus pembunuh dan paus balin adalah binatang yang sangat berbeda.

"Mengapa berharap semua pergerakan mereka (paus) harus diatur oleh proses ekologis atau fisiologis yang sama?," sambungnya.

Namun, kedua ilmuwan ini memuji studi baru tentang alasan paus bermigrasi.

"Sebagian orang tidak menganggap ganti kulit pada paus itu penting. Tapi itu merupakan kebutuhan fisiologis yang penting bagi paus, utamanya untuk melawan penyakit dan bakteri," jelas Pitman.

Baca juga: Spesies Baru Paus Ditemukan di Lautan Jepang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.