World Orca Day, Mengenal Paus Pembunuh, Si Predator Puncak di Samudera - Kompas.com

World Orca Day, Mengenal Paus Pembunuh, Si Predator Puncak di Samudera

Kompas.com - 14/07/2018, 14:16 WIB
IlustrasiMarkMalleson Ilustrasi

 


NAMANYA  paus pembunuh atau Orcninus orca dalam bahasa Latin. Dalam bahasa Inggris disebut killer whales. Sesungguhnya, paus pembunuh bukanlah pembunuh manusia.

Kasus paus pembunuh membunuh manusia memang pernah terjadi tahun 1991, 1999 dan 2010. Semuanya terjadi di penangkaran, bukan di laut lepas. 

Seekor orca yang ditangkap dibawa ke penangkaran untuk dilatih. Ia diberi nama Tilikum. Si Tilikum ini membunuh tiga orang berbeda. 

Tidak mudah membuat Tilikum jinak. Pada 1991 pelatihnya tewas. Ceritaya, Si Pelatih terjatuh di kolam. Saat hendak keluar dari kolam, Tilikum menahan Si Pelatih dan membawanya ke dalam air. Peristiwa yang terjadi di penangkaran satwa di Kanada ini kemudian didokumentasikan dalam film "Blackfish".

Tilikum kemudian dipindahkan ke SeaWorld Orlando. Pada 1999, pelatih Tilikum kembali ditemukan tewas di kolam. 

Belum selesai. Tilikum kembali berulah pada 2010. Di penghujung sesi pertunjukan di SeaWorld Orlando, Tilikum tiba-tiba muncul dari dalam air dan mencengkeram lengan pelatihnya, Dawn Brancheau, lalu membawanya masuk ke dalam air. Dawn tewas.

Cerdas

Di lautan lepas, paus orca dikenal sebagai hewan yang cerdas. Ia memiliki bahasa sendiri dan dikenal suka membantu nelayan yang mengalami musibah di laut. Kisah pertolongan yang diberikan paus orca banyak diceritakan nelayan-nelayan Gorontalo.

Kecerdasan paus orca juga dapat disaksikan dalam film “Free Willy”. Film yang tayang pada 1993 itu menggambarkan kisah Jesse yang bersahabat dengan paus orca bernama Willy.

Di menit ke-99 Willy sudah berhasil dibawa ke pantai. Namun, ia belum leluasa bergerak. Jesse yang hendak membantu Willy sempat dipukul oleh mereka yang tak ingin Willy bebas di laut lepas. 

Di lepas pantai, dua kapal ikan sudah menunggu. Orang-orang di atas kapal melepas jarung hingga ke dasar laut. Willy berusaha menerobos jaring tersebut namun tak bisa. 

Jesse berlari ke arah bebatuan dan berteriak memanggil Willy. "Jangan lupakan aku. Sampaikan salamku pada ibumu, ok. Kau bisa melakukannya," seru Jesse memberi semangat pada Willy.

Akhir kisah di film itu, Willy melompat tinggi di atas Jesse dan bebatuan (breakwater). Kemudian berkumpul dengan keluarganya di laut lepas.

Orca berkerabat dengan lumba-lumba yang juga dikenal cerdas. Orca memang spesies terbesar dalam keluarga lumba-lumba. Keduanya masuk dalam keluarga Delphinidae. Spesies lain yang berkerabat dengan orca adalah long-finned pilot whales (Globicephala melas) dan Short-Finned Pilot Whale (Globicephala macrorhynchus).

Karena ukuran tubuhnya yang jumbo itulah orca acap disebut sebagai paus. 

World Orca Day

Hari ini, 14 Juli adalah Hari Orca Sedunia, World Orca Day. Tanggal 14 Juli diperingati sebagai Hari Orca setelah keberhasilan pelepasan orca bernama Springer ke laut lepas di British Columbia, Kanada, pada 2002.

Orca mendiami semua wilayah di Samudera, mulai dari perairan dingin di Artik dan Antartika hingga perairan hangat seperti di Indonesia. Populasinya di dunia diperkirakan 50 ribu. 

Di Indonesia orca ditemukan di perairan Gorontalo, Teluk Tomini, Bali, Kalimantan Timur, Maluku, Papua (Raja Ampat), Nusa Tenggara (Solor Alur/Laut Sawu), dan Timor.

Nama lokal orca di Gorontalo adalah “paupausu”. Di Lamalera, ia disebut "seguni". Keberadaan orca di perairan Gorontalo mulai dicatat pada Juni 2015 oleh Miguels Diving, operator jasa wisata selam di Gorontalo.

Paus pembunuh (Orca) yang tersangkut jaring dibebaskan para nelayan. Mereka menghormati satwa ini sesuai kepercayaan yang dianut agar keluarga mereka selamat Paus pembunuh (Orca) yang tersangkut jaring dibebaskan para nelayan. Mereka menghormati satwa ini sesuai kepercayaan yang dianut agar keluarga mereka selamat

Tahun lalu, Februari 2017, ada video tentang penyelamatan orca yang viral di media sosial. Para nelayan berusaha membebaskan orca yang tersangkut jaring nelayan. 

Nunun Harun (Yunus Besi), nelayan dari Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mengabadikan kisah penyelamatan itu.

Pemilik kapal ikan, Ansar Rahman (Ka Bengi), meminta para nelayan untuk merobek jaring yang melilit di tubuh orca. Bagi orang Gorontalo yang tinggal di pesisir Bone Bolango dan pesisir Gorontalo lainnya, orca dan mamalia laut lainnya harus dilindungi. Tidak boleh ditangkap.

Ini kepercayaan sejak dulu kala. Kepercayaan ini melekat kuat hingga sekarang ini. Tidak ada nelayan yang memburu orca dan mamalia laut lainnya.

Video penyelamatan orca ini sebetulnya diambil pada November 2016. Setelah video tersebut viral, para peneliti orca di dunia memberi perhatian pada keberadaan orca di Teluk Tomini. 

Pada tahun yang sama sekelompok penyelam melalui jasa wisata selam Miguels Gorontalo kembali melihat dan memotret paus pembunuh ini di perairan Bone Bolango.

Ada tiga orca yang terlihat. Yang sempat diabadikan melalui kamera oleh penyelam Dharmawan Susanto adalah paus orca berukuran kecil. 

Agregasi paus orca di perairan Gorontalo juga berhasil direkam oleh Cecep Nawai, seorang penyelam di Salvador Scuba Gorontalo, Rabu siang 21 Juni 2017.

Instruktur selam asal Jerman Bernd Hoppe dan Undeng Amu dari Miguels Diving Gorontalo, pada 10 Desember 2017, juga merekam kemunculan orca di Tanjung Kayu Bulan, dekat dengan Lopo. Di tahun ini orca terlihat pada Januari, Februari, Maret, dan Mei.

Hidup di samudera raya yang luas bukan berarti orca bebas dari ancaman. Ancaman terhadap populasi orca antara lain diburu untuk keperluan komersil, keterbatasan makanan, laut yang terkontaminasi, dan gangguan lalu lintas akibat suara kapal. Banyak negara memberi perhatian dalam upaya melindungi keberaan orca. 

 


Komentar
Close Ads X