WHO Peringatkan, Kesempatan untuk Mengontrol Virus Corona Makin Sempit

Kompas.com - 22/02/2020, 19:05 WIB
Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China. AFP/FABRICE COFFRINISekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China.

KOMPAS.com - Badan Kesehatan Dunia ( WHO) memperingatkan bahwa kesempatan kita untuk mengontrol wabah virus corona Wuhan atau SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 semakin sempit.

"Jendela kesempatan untuk mengontrol wabah ini menyempit," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa, Jumat (14/2/2020).

Dia melanjutkan, kita masih punya kesempatan untuk mengontrolnya. Tapi selagi melakukan hal itu, kita juga harus bersiap untuk kejadian apa pun karena wabah ini bisa bergerak ke banyak arah. Bisa jadi berantakan.

Pengumuman itu dikeluarkan WHO menyusul berbagai perkembangan virus corona Wuhan yang buruk.

Baca juga: Kapal Diamond Princess Diduga Jadi Pusat Penyebaran Baru Virus Corona

Dilansir dari Business Insider, Kamis (21/2/2020), korban infeksi Covid-19 di luar China telah lebih dari 1.000 orang dengan kasus-kasus terbaru tampaknya tidak ada kaitan dengan provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran virus corona.

Sebanyak 12 orang juga telah meninggal di luar China hingga WHO menurunkan peringatan ini.

Tanda yang lebih menakutkan adalah semakin merebaknya kasus-kasus Covid-19 di wilayah Timur Tengah.

Di Iran, empat orang telah meninggal dunia akibat penyakit ini dan 14 orang ditemukan positif virus corona Wuhan.

Dilansir dari The Guardian, Sabtu (22/2/2020); otoritas kesehatan Iran pun berkata bahwa Covid-19 diduga telah menyebar ke berbagai kota Iran, termasuk ibukota Tehran.

Baca juga: Virus Corona Bermutasi di Diamond Princess, Ini Karakteristik Barunya

Padahal, seperti diungkapkan oleh pakar epidemiologi di University of Bern, Swiss, di Twitter-nya, Iran tidak pernah diduga sebagai tempat penyebaran Covid-19. Apalagi model matematika menunjukkan bahwa risiko Iran untuk mengimpor penyakit baru tergolong sangat rendah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X