Kompas.com - 22/02/2020, 19:32 WIB

"Anda bisa melacak (jejak) paus bungkuk yang bermigrasi ke pantai timur Australia hanya dengan mengikuti jejak sel epidermis yang mereka gugurkan," kata Pitman.

Namun, saat di lautan Antartika yang dingin, tampaknya paus tidak bisa melepas atau mengganti kulitnya.

Sebaliknya, paus membangun lapisan diatom mikroskopis yang tebal. Di mana lapisan ini dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri berbahaya yang dapat berdampak buruk bagi paus pembunuh dan paus balin.

Pada paus pembunuh, peneliti melihat adaptasi yang dilakukan mamalia laut ini saat berada di perairan Antartika yang dingin.

Mereka menyimpulkan untuk menghemat panas tubuh saat di perairan dingin, paus pembunuh akan mengalihkan aliran darah dari kulit mereka.

Hal ini menyebabkan perlambatan regenerasi sel kulit dan akhirnya mendorong paus ke perairan yang lebih hangat.

Baca juga: Serba Serbi Hewan, Kenapa Paus Sperma Tidur dalam Posisi Berdiri?

Di mana di perairan ini, metabolisme memungkinkan mereka untuk berganti kulit.

Studi baru menunjukkan tidak hanya paus pembunuh, tetapi semua paus yang bermigrasi melakukannya untuk berganti kulit.

Kendati demikian, hipotesa dari penelitian baru tentang migrasi paus balin ini mendapat pertentangan dari ilmuwan lain.

Richard Connor, ahli biologi cetacean di University of Massachusetts menilai para ilmuwan membuat argumen yang meyakinkan tentang paus pembunuh.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.