Lucinta Luna Positif Amfetamin dari Rambut, Ahli Jelaskan

Kompas.com - 17/02/2020, 21:00 WIB
Lucinta Luna usai tes darah dan rambut di Lab BNN, Lido, Bogor dan kembali ke Polres Jakarta Barat, Rabu (12/2/2020) KOMPAS.com/ MELVINA TIONARDUSLucinta Luna usai tes darah dan rambut di Lab BNN, Lido, Bogor dan kembali ke Polres Jakarta Barat, Rabu (12/2/2020)


KOMPAS.com - Hasil tes narkoba dari Laboratorium Badan Narkotika Nasional ( BNN) pada rambut Lucinta Luna menunjukkan positif amfetamin (ekstasi).

Lalu, bagaimana bisa rambut mengungkap seseorang kecanduan zat adiktif?

dr Hari Nugroho MSc selaku Peneliti dan Pakar Adiksi dari Mental Health Addiction and Neuroscience Jakarta mengatakan pemeriksaan rambut adalah salah satu teknik untuk menganalisa kecanduan obat pada seseorang.

"Tes ini juga salah satu teknik pemeriksaan untuk mengetahui drugs, terutama pada pemakaian kronis," ujar Hari saat dihubungi Kompas.com, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Selain Tramadol, Obat Riklona Juga Ada di Tas Lucinta Luna, Apa Itu?

Hari memaparkan dalam uji narkoba ada istilah metabolite zat, yang mana itu berhubungan dengan proses pertumbuhan rambut.

Pada umumnya, metabolite zat pada rambut berasal dari peredaran darah di sekitar kulit kepala, yakni berupa difusi pasif ke sel maupun kelenjar sebum, kelenjar keringat ataupun kontaminasi eksternal.

Hari menambahkan pada kasus narkoba yang dialami Lucinta Luna ini yg ditemukan amphetamine atau amfetamin, artinya ada penggunaan zat yang mengandung amfetamin tersebut.

"Misal pada penggunaan amfetamin tipe stimulan seperti sabu atau ekstasi," kata Hari.

Baca juga: Soal Jenis Kelamin Lucinta Luna, Bagaimana Semestinya Kita Menyikapi?

Apabila dibandingkan dengan pemeriksaan urin, pemeriksaan pada rambut dinilai lebih efektif.

"Pemeriksaan rambut mempunyai detection window yang lebih besar. Artinya dapat mendeteksi pemakaian yang lebih lama," jelas Hari.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Fenomena
CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Oh Begitu
Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Oh Begitu
BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

Oh Begitu
BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X