Belajar Penanganan Radiasi di Serpong, Siapkah Indonesia Bikin Nuklir?

Kompas.com - 17/02/2020, 18:32 WIB
Tim satuan Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) pasukan Gegana Brimob Polri melakukan pengecekan lokasi yang terkontaminasi paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (15/1/2020). Badan Pengawas Tenaga Nuklir meminta warga menjauhi area tanah kosong di Perumahan Batan Indah, samping lapangan voli blok J, seusai menemukan kenaikan nilai paparan radiasi nuklir di area tersebut. KOMPAS.com/M ZAENUDDINTim satuan Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) pasukan Gegana Brimob Polri melakukan pengecekan lokasi yang terkontaminasi paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (15/1/2020). Badan Pengawas Tenaga Nuklir meminta warga menjauhi area tanah kosong di Perumahan Batan Indah, samping lapangan voli blok J, seusai menemukan kenaikan nilai paparan radiasi nuklir di area tersebut.


KOMPAS.com - Terkait ditemukannya radiasi nuklir yang tinggi di Perumahan Batan Indah Serpong, pengamat iklim menganggap penanganan limbah radioaktif di Indonesia dilakukan secara serampangan.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menyebutkan, radiasi nuklir yang tinggi dan dibatas aman tersebut berasal dari serpihan radioaktif dengan kandungan Caesium 137 (Cs-137).

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Greenpeace Indonesia, Juru Kampanye Iklim dan Energi, Hindun Mulaika mengatakan penanganan limbah yang serampangan itu, tidak dilakukan dengan semestinya sesuai aturan yang ada dan sangat membahayakan masyarakat.

"Kejadian ini adalah preseden buruk bagi pemerintah dan BATAN yang gagal dalam menjaga keamanan masyarakat dari bahaya limbah radioaktif," kata dia.

Baca juga: Radiasi Nuklir di Serpong, Bagaimana Dampaknya pada Kesehatan?

Oleh sebab itu, harus dilakukan investigasi yang menyeluruh bagaimana limbah radioaktif tersebut bisa sampai di tengah-tengah perumahan padat penduduk.

"Kalau ini adalah perilaku yang dengan sengaja membuang, bisa jadi oknum yang melakukannya tidak paham bahwa Cs-137 sangat berbahaya, bahkan sampai disebut zat berbahaya yang mematikan," ujarnya.

Dalam investigasi tersebut juga, harus diteliti sejauh apa cemaran radiasi tersebut pada tanah dan tanaman yang ada di lokasi.

Untuk diketahui, Cs-137 bersifat mudah teroksidasi dan larut dalam air, dan dalam bentuk serbuk, unsur ini akan juga dengan mudah terhirup oleh masyarakat.

Baca juga: 9 Warga Batan Indah Akan Diperiksa Kesehatannya Terkait Temuan Radiasi Nuklir

Menurut Hindun, sangat mengerikan apabila serpihan limbah radioaktif tersebut telah berada di sana dalam kurun waktu lama.

Masyarakat sekitar, kemungkinan tidak hanya berlalu lalang, tetapi mereka termasuk ibu-ibu dan anak-anak tanpa menggunakan pelindung, jelas akan terpapar.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X