Dugaan Covid-19 Tak Teridentifikasi di Indonesia, Ini Kata Ahli Kita

Kompas.com - 14/02/2020, 08:12 WIB
Sejumlah warga mengenakan masker untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19) di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020). Hinga kini sekitar 1.600 jiwa lebih meningal dunia akibat terjangkit virus tersebut. KOMPAS.com/M ZAENUDDINSejumlah warga mengenakan masker untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19) di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020). Hinga kini sekitar 1.600 jiwa lebih meningal dunia akibat terjangkit virus tersebut.

KOMPAS.com - Peneliti dan ahli medis angkat bicara terkait dugaan adanya potensi epidemi yang lebih besar dengan tidak terdeteksinya virus Corona atau Covid-19 di Indonesia hingga saat ini.

"Indonesia melaporkan nol kasus, tapi mungkin sebenarnya sudah ada beberapa kasus yang tak terdeteksi," ujar ahli epidemiologi Marc Lipsitch dari Harvard TH Chan School of Public Health, penulis pendamping dari studi terbaru yang di-posting di medRxiv seperti dilansir VOA News.

Perkiraan Marc Lipsitch ini berdasarkan dua faktor. Pertama, dia melihat jarak Indonesia, Thailand, dan Kamboja cukup dekat dengan China.

Kedua, banyak penumpang yang melakukan perjalanan dari atau ke Wuhan dari negara lain di seluruh dunia.

Dia mengatakan, lebih banyak penumpang dari dan ke Wuhan kemungkinan berarti ada lebih banyak kasus.

Jika prediksi ini benar, dikhawatirkan virus corona Wuhan yang tidak terdeteksi dapat memicu potensi epidemi yang lebih besar dari saat ini.

Riset yang dilakukan Lipsitch adalah satu dari tiga studi teranyar yang memprediksi kemungkinan virus corona Wuhan sudah menyebar di Indonesia.

Namun, tak satu pun dari penelitian tersebut melalui proses ilmiah normal, yakni ditinjau oleh ahli lain di luar tim.

Baca juga: Ahli Harvard Peringatkan, Virus Corona di Indonesia Tak Terdeteksi

Tanggapan ahli Indonesia

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr Agus Susanto angkat bicara terkait dugaan yang disampaikan ahli Harvard tersebut.

"Begini, kembali lagi kita percaya atau tidak pada pemerintah, apalagi penelitian dan pengembangan kesehatan (Litbangkes RI). Sampai saat ini tidak ditemukan kasus tersebut, berarti memang tidak ada kasus, apalagi pandemi tidak terdeteksi," kata Dr dr Agus Susanto SpP(K), Ketua PDPI di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X