WN China Positif Corona Usai dari Bali, Ini Hasil Penyelidikan Kemenkes

Kompas.com - 13/02/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Seorang warga China dikabarkan positif virus corona Wuhan atau Covid-19 dan memiliki riwayat kunjungan ke Bali.

Warga China yang hanya diidentifikasikan sebagai Jin ini disebut menaiki maskapai Lion Air dari Wuhan ke Bali pada tanggal 22 Januari 2020 dan terbang dari Bali ke Shanghai menggunakan maskapai Garuda pada tanggal 28 Januari 2020.

Warga China bernama Jin ini kemudian didiagnosis positif virus corona Wuhan pada tanggal 5 Februari 2020.

Menanggapi kabar ini, Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto, melalui panggilan telepon dari Natuna, Kamis (13/2/2020) berkata bahwa Kementerian Kesehatan telah menindaklanjuti kabar ini dengan melakukan konfirmasi ke maskapai yang disebutkan.

Baca juga: Kabar Warga China Positif Corona Usai Kunjungi Bali, Ini Kata Kemenkes

Rupanya, memang ada dua orang penumpang atas nama Jin yang melaksanakan penerbangan dari Wuhan ke Bali dengan menggunakan Lion Air pada tanggal 22 Januari 2020. Kedua orang ini adalah satu orang dewasa dan anak-anak.

Sementara itu, pada penerbangan Garuda dari Bali ke Shanghai pada 28 Januari 2020, terdapat enam orang bernama Jin dengan dua di antaranya adalah orang yang sama dengan penumpang Lion Air 22 Januari 2020.

Yurianto berkata bahwa rata-rata masa inkubasi virus corona Wuhan di China adalah 10 hari, sehingga jika dihitung mundur sejak diagnosisnya, infeksinya akan jatuh pada tanggal 27-28 Januari 2020.

"Kalau 27 (Januari 2020) berarti dia di indonesia. Kami mencoba melakukan kajian analisa data di provinsi Bali sampai dengan tanggal itu, ternyata kita sudah menerima spesimen pemeriksaan virus itu sebanyak 14 orang sampai tanggal itu, 2 WNI dan sisanya WNA. Hasilnya semua negatif," ujar Yurianto.

Baca juga: Apakah Ibu Hamil dapat Tularkan Virus Corona ke Janin? Studi Ungkap

Selain spesimen, Kemenkes juga melihat data influenza like ilnness pada periode tersebut dan tidak menemukan fluktuasi. Selain itu, survei pneumonia berat juga menunjukkan tidak adanya perubahan angka.

"Sehingga ada kemungkinan bahwa seandainya 27 itu adalah variabel kemungkinan masuknya virus, maka sepertinya enggak mendukung situasi Bali untuk (Jin) terinfeksi," ujar Yurianto.

Sementara itu, jika infeksi terjadi pada tanggal 28 Januari 2020, maka pada saat itu Jin sedang berada di Shanghai. Kemenkes pun menduga kuat bahwa Jin tertular virus corona di Shanghai.

Meski demikian, Kemenkes tetap melakukan pelacakan di imigrasi, apa saja aktivitas Jin selama Indonesia. Pelacakan tidak hanya dilakukan pada tanggal 22-28 Januari saja, tetapi dari tanggal 12 sampai 28 Januari 2020.

Baca juga: Update Virus Corona 13 Februari: 1.368 Meninggal, 60.310 Terinfeksi

"Kita juga mencoba bertanya, setelah identitasnya nanti ketemu Jin siapa yang lengkap. Hotel mana yang kemasukan Bapak Jin. Ini yang kita cari, mudah-mudahan kita bisa menemukan itu," kata Yurianto.

"Tapi bagi kita sebenarnya, yang penting bukan bicara Jin ini, tetapi bagaimana kita melakukan proteksi yang kuat dan deteksi cermat di Bali, karena kan beliau (Jin) sudah ada di sana. Nah, nanti yang di Bali inilah yang kita pantau betul," tutupnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X