Kompas.com - 10/02/2020, 17:03 WIB
Ilustrasi sumur KOMPAS.comIlustrasi sumur

Menguras. Minimal satu kali dalam seminggu, kuraslah tempat penampungan air. Sikatlah dinding-dinding tempat penyimpanan air, karena telur nyamuk Aedes aegepty dapat menempel dengan cukup kuat pada dinding penampungan air.

Menutup. Tutup semua wadah yang mengandung air, serta berpotensi menjadi tempat penampungan air hujan.

Menyingkirkan. Singkirkan barang-barang bekas yang kemungkinan dapat menyimpan sisa-sisa air hujan atau genangan air lainnya.

Plus cara lain untuk pencegahan DBD, seperti menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; menggunakan lotion antinyamuk, menggunakan kelambu saat tidur; menaruh ikan di penampungan air; dan menanam tumbuhan pengusir nyamuk.

Menurut Tedjo, pencegahan dan penanggulangan DBD di Indonesia harus dilakukan secara multisektor.

“Hal penting yang juga dibutuhkan untuk mencegah outbreak adalah vaksin DBD. Begitu vaksin sudah dibuat, pemerintah bisa mendistribusikannya secara nasional,” tutup Tedjo.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.