5 Daftar Penyakit Zoonosis Paling Mematikan, H1N1 sampai Virus Corona

Kompas.com - 05/02/2020, 08:07 WIB
Dokter dari Rumah Sakit Nomor 6 Harbin, China, menggendong bayi yang lahir secara caesar dari ibu yang positif terkena virus corona. CHINA DAILY/ASIA NEWS NETWORK via The Straits TimesDokter dari Rumah Sakit Nomor 6 Harbin, China, menggendong bayi yang lahir secara caesar dari ibu yang positif terkena virus corona.

KOMPAS.com - Minggu lalu, wabah virus corona Wuhan dinyatakan sebagai darurat kesehatan global alias PHEIC.

Kini, para ilmuwan memperkirakan bahwa wabah yang muncul sejak Desember 2019 itu bakal menjadi pandemik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pandemik merujuk pada wabah yang lebih global dibanding epidemik. Sedang epidemik merujuk pada wabah yang bersifat lokal atau regional.

Menurut para ahli, virus corona Wuhan atau yang memiliki nama resmi novel coronavirus (2019-nCoV) berasal dari kelelawar.

Baca juga: Ahli LIPI: Perlunya Mitigasi Antisipasi Zoonosis Virus Corona

Lebih dari 75 persen penyakit yang muncul dari hewan disebut zoonosis, artinya penyakit dapat berpindah dari hewan ke manusia.

Beberapa penyakit yang berasal dari kelelawar salah satunya ebola. Penyakit ini berasal dari kelelawar buah di Afrika Barat 40 tahun lalu dan telah menewaskan lebih dari 13.500 orang.

Selain ebola, virus Marburg, SARS, MERS, dan Nipah juga berasal dari kelelar.

Kemudian ada H7N9 dan H5N9 yang berasal dari unggas dan menginfeksi manusia. Virus ini juga berasal dari pasar China dan tercatat telah membunuh lebih dari 1.000 orang.

Dalam 50 tahun terakhir, wabah yang paling banyak menghilangkan nyawa manusia adalah pandemi flu babi 2009-2010 atau dikenal dengan H1N1. Seperti namanya, penyakit ini bermula pada babi.

Disebut paling mematikan karena tercatat ada hampir 300.000 orang di 214 negara tewas karena penyakit ini, dalam waktu satu tahun.

Menurut para ahli, penyakit dari hewan ke manusia akan terus menyebar saat populasi global tumbuh.

Semakin banyak orang di Bumi, semakin banyak pula manusia yang pindah ke habitat liar dan bersinggungan dengan hewan liar yang memiliki banyak virus.

"Penyakit menular akan terus muncul dan muncul kembali. Saya pikir itu bagian dari dunia tempat kita hidup sekarang," Eric Toner, seorang ilmuwan senior di Johns Hopkins Center for Health Security, dilansir Business Insider, Jumat (31/1/2020).

"Kita berada dalam zaman epidemi karena globalisasi, karena perambahan pada lingkungan liar," imbuhnya.

Daftar penyakit zoonosis paling mematikan

Berikut 5 daftar penyakit zoonosis dari yang paling mematikan selama 50 tahun terakhir seperti dilansir Science Alert:

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X