Virus Corona Wuhan 80 Persen Mirip dengan SARS, Ahli Jelaskan

Kompas.com - 04/02/2020, 17:03 WIB
Ilustrasi virus Corona ShutterstockIlustrasi virus Corona

Dalam studi pertama, sebuah tim yang dipimpin oleh para ilmuwan di Institut Virologi Wuhan melihat sampel virus dari tujuh pasien yang awalnya melaporkan kasus pneumonia berat.

Enam dari pasien tersebut bekerja di pasar makanan laut grosir Huanan di Wuhan, China yang diperkirakan menjadi tempat dimulainya wabah pada bulan Desember 2019 lalu.

Hasilnya, sekitar 70 persen sampel hampir identik satu sama lain dan urutan genetiknya 79,5 persen mirip dengan SARS.

Dibalik penelitian itu, peneliti juga menemukan 2019-nCoV hampir identik dengan virus corona lain yang beredar di populasi kelelawar China, 96 persen cocok dengan kode genetik tersebut.

Studi kedua yang dipimpin para ilmuwan dari Universitas Fudan di Shanghai dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, memeriksa seorang pria berusia 41 tahun yang juga bekerja di pasar.

Baca juga: Bisakah Virus Corona Pada Anjing atau Kucing Menular ke Manusia?

Dia memeriksa ke rumah sakit Wuhan pada 26 Desember dengan gejala penyakit pernapasan dan demam.

Analisis virus yang menginfeksinya menunjukkan virus itu 89 persen mirip dengan kelompok virus corona mirip SARS yang disebut Betacoronavirus yang sebelumnya ditemukan pada kelelawar China.

Virus pada SARS dan virus corona Wuhan mengikat sel-sel manusia dengan cara yang sama, para penulis studi ini mengatakan pengobatan potensial untuk yang pertama mungkin juga bekerja untuk yang terakhir.

Zheng-Li Shi, penulis utama studi ini bersama rekannya menjelaskan, sampai saat ini belum ada vaksin dan pengobatan spesifik yang dikembangkan untuk SARS dan virus corona Wuhan.

Baca juga: Setelah Virus Corona China Diserang Flu Burung, Seperti apa Bahayanya?

Namun, para peneliti telah mengerjakan beberapa obat dan vaksin pra-klinis untuk SARS yang mungkin dapat diterapkan untuk virus corona Wuhan.

 

Kendati demikian, kemampuan untuk menggunakan antibodi SARS untuk mengobati 2019-nCoV masih perlu dikonfirmasi, karena untuk saat ini, itu hanya sebuah hipotesis. Penulis penelitian juga menyarankan dua cara potensial lain untuk mengobati virus corona baru.

“Pasien yang telah terinfeksi 2019-nCoV telah menghasilkan antibodi yang memiliki potensi untuk menetralkan virus," catat mereka.

Jenis lain dari antibodi coronavirus yang diproduksi pada kuda juga terbukti menetralkan 2019-nCoV. Antibodi kuda ini juga pernah digunakan untuk memerangi virus SARS.

Baca juga: Makan Bawang Putih hingga Kebocoran Lab, Ini 5 Hoaks Virus Corona

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X