238 WNI di Natuna, Karantina Jadi Upaya Perangi Wabah sejak Abad ke-14

Kompas.com - 04/02/2020, 10:58 WIB
Ruangan yang disulap dan dijadikan sebagai lokasi karantina 238 WNI yang baru saja tiba dari Wuhan, China DOK RAMAYULIS PILIANGRuangan yang disulap dan dijadikan sebagai lokasi karantina 238 WNI yang baru saja tiba dari Wuhan, China

Selama Perang Dunia I, sekitar 30.000 pekerja seks komersial dikarantina di tengah kekhawatiran meningkatnya penyakit menular seksual.

Mereka boleh keluar dari karantina begitu dipastikan mereka tidak mengidap penyakit seksual menular.

Harrison mengatakan epidemi Sars pada 2002-2003 menandani era baru pengontrolan penyakit menular.

Saat wabah terjadi, mereka yang tertular akan dikarantina.

Pemerintah China mengancam untuk mengeksekusi atau menghukum penjara siapapun yang melanggar karantina dan menyebarkan penyakit itu.

Wabah Sars memberikan pelajaran tentang pentingnya bekerja sama dengan negara-negara lain selama terjadi krisis kesehatan masyarakat.

Saat Sars menyebar dari China ke kota Toronto, Kanada, 44 orang meninggal dan beberapa ratus lainnya tertular.

Sekitar 7.000 orang di Kanada diisolasi untuk mencegah penyebaran Sars.

Baca juga: Bisakah Virus Corona Pada Anjing atau Kucing Menular ke Manusia?

"Selama wabah (Sars) melanda pada 2003 dan ketika mulai menyebar ke negara-negara lain, berbagai bentuk karantina diterapkan secara ekstensif. Penerapan langkah itu dianggap berguna dalam mencegah pandemi semakin parah," kata Harrison.

"Salah satu pelajaran yang dipetik adalah manfaat dari metode kuno kesehatan masyarakat," tambahnya.

Di tengah menyebarnya virus corona, langkah China melakukan karantina dipuji oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut negara itu "mengambil langkah luar biasa untuk menghadapi tantangan luar biasa."

 

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X