238 WNI di Natuna, Karantina Jadi Upaya Perangi Wabah sejak Abad ke-14

Kompas.com - 04/02/2020, 10:58 WIB
Ruangan yang disulap dan dijadikan sebagai lokasi karantina 238 WNI yang baru saja tiba dari Wuhan, China DOK RAMAYULIS PILIANGRuangan yang disulap dan dijadikan sebagai lokasi karantina 238 WNI yang baru saja tiba dari Wuhan, China

Karantina di Inggris pada tahun 1666

Pada bulan Juni 1666, kepala desa yang baru Willliam Mompesson memutuskan desa itu perlu dikarantina.

Ia mengatakan kepada warga desa bahwa desa itu harus ditutup dan tidak boleh ada orang yang masuk atau keluar. Ia mengatakan penguasa daerah itu, Earl of Devonshire, menawarkan untuk mengirim makanan dan pasukan lain bila diperlukan selama karantina.

Kepala desa itu juga mengatakan kepada warga bahwa dia akan melakukan segala cara yang dapat dilakukan untuk membantu meringankan penderitaan warga dan bahwa dia akan tetap bersama mereka.

Pada bulan Agustus tahun 1666, warga desa yang meninggal mencapai puncaknya dengan jumlah lima atau enam setiap hari. Namun tidak ada yang melanggar aturan keluar dan masuk.

Pada bulan November, wabah tidak ada lagi di desa itu. Karantina berhasil.

Dewasa ini, sebagian besar karantina dijalankan oleh pemerintah atau lembaga-lembaga kesehatan.

"Karantina diterapkan tidak hanya berdasarkan kalkulasi medis - apakah langkah ini dapat menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit," kata Harrison.

"Langkah seperti karantina juga diambil untuk memenuhi permintaan negara-negara lain dan juga untuk meyakinkan warga negara yang bersangkutan sendiri," tambahnya.

Di San Francisco pada 1900, para imigran China dikarantina setelah seorang pria China ditemukan meninggal dunia di satu hotel.

Pria itu ternyata meninggal karena wabah. Polisi memasang kawat berduri di seputar kawasan pecinan.

Warga tidak diizinkan keluar atau masuk dan hanya polisi dan petugas kesehatan yang boleh melintas garis batas dengan kawat berduri itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X