Kompas.com - 15/01/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi planet Bumi. ShutterstockIlustrasi planet Bumi.


KOMPAS.com - Bumi tidak memiliki akta yang mencatatkan kapan planet ini terbentuk. Jadi, tahukah Anda berapa umur Bumi?

Melansir Space.com, Rabu (15/1/2020), segala upaya dilakukan para ilmuwan di dunia untuk mencari tahu usia planet ini dengan mendata batu-batu di lapisan kerak Bumi.

Bahkan, penelitian batuan tidak hanya menyeluruh di permukaan Bumi, tetapi juga sampai di bulan dan meteorit yang jatuh di planet ini.

Baca juga: Meteorit Murchison Mengandung Material Stardust Tertua di Bumi

Berbagai upaya dilakukan untuk memprediksi umur Bumi, seperti dengan melihat perubahan permukaan laut, waktu yang dibutuhkan Bumi atau matahari untuk mendinginkan suhu hingga kadar garam di laut.

Namun, dengan teknologi yang berkembang saat ini, maka metode itu terbukti tidak dapat diandalkan.

Memasuki awal abad ke 20, para ilmuwan menyempurnakan proses penanggalan radiometrik. Metode ini dilakukan untuk mengetahui usia batu.

Batuan tertua di Bumi yang ditemukan hingga saat ini adalah Acasta gneiss berusia 4,03 miliar tahun, di barat Kanada dekat Great Slave Lake. Penelitian pada batu-batuan kuno, tidak cukup.

Sebab, batu-batu yang berumur lebih dari 3,5 miliar tahun juga dapat ditemukan di hampir semua benua.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta, Ada Berapa Banyak Air di Bumi?

Untuk menyempurnakan usia Bumi, para ilmuwan mulai melihat faktor lain yakni dengan mempelajari benda-benda lain di tata surya, para ilmuwan dapat mengetahui lebih banyak tentang sejarah awal planet ini.

Lantas, berapa umur planet yang kita tinggali ini?

Melalui berbagai informasi, metode dan objek penelitian, para ilmuwan telah dapat menyimpulkan usia Bumi sekitar 4,54 miliar tahun, dengan rentang kesalahan 50 juta tahun.

Sebagai perbandingan, galaksi Bimasakti yang berisi tata surya berusia sekitar 13,2 miliar tahun, sementara alam semesta telah berusia 13,8 miliar tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SPACE.COM
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.