Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/12/2019, 20:03 WIB

Oleh sebab itu, para peneliti melihat gen anak-anak untuk menguji bisakah usia anak-anak pada saat timbulnya penyakit menawarkan petunjuk dan mengapa kanker ini memiliki hasil yang berbeda?

Mutasi Gaya Frankenstein

Pada tahun 2012, tim peneliti mengumpulkan sel-sel leukemia dari anak-anak dan orang dewasa yang memiliki AML-M7.

Hasilnya, mereka menemukan perbedaan utama antara materi genetik pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Sel anak-anak banyak mengandung gen-gen yang bergabung bersama, seperti gaya Frankenstein, untuk membentuk gen hibrida baru.

Para peneliti berpendapat, gen memainkan peran penting dalam pengembangan sel darah, namun ketika menempel bersama, gen-gen tersebut mengarahkan sel untuk membangun protein yang tidak biasa dan akhirnya berubah menjadi sel kanker.

Baca juga: Orangtua Harus Tahu, Katarak Juga Bisa Terjadi Pada Bayi dan Anak-anak

Tim peneliti menemukan bahwa tidak satu pun dari "fusi sel" ini muncul dalam sel leukemia dewasa tunggal.

Setelah para peneliti mempublikasikan temuan awal ini, mereka dan para ilmuwan lainnya menemukan banyaknya gen fusi pada leukemia AML-M7. Tetapi tidak ada yang tahu persis apa yang dilakukan gen hibrida ini dan mengapa mereka hanya muncul pada anak-anak.

Mercher dan rekan-rekannya terus menyelidiki, memfokuskan penelitian mereka pada gen fusi yang dikenal sebagai ETO2-GLIS2.

Dengan menyatukan dua gen yang biasanya terpisah, ETO2 dan GLIS2, mutasi muncul pada sekitar 30 persen anak-anak dengan AML-M7 dan tampaknya terkait dengan tanggapan buruk terhadap pengobatan kanker dan tingkat kelangsungan hidup yang rendah.

Tim peneliti juga mengamati bagaimana gen fusi menguasai sel-sel induk hematopoietik, yaitu sel-sel yang secara normal meningkatkan sel-sel darah yang sehat tetapi dapat dibajak oleh leukemia.

Para ilmuwan mengembangkan model tikus dengan mengubah mutasi ETO2-GLIS2 "on" atau "off" di jaringan tertentu di dalam seekor tikus.

Baca juga: Sejarah Mencatat, Korban Pernikahan Sedarah adalah Anak-anak

Percobaan ini dilakukan pada tikus usia janin dan dewasa untuk melihat apakah gen fusi akan mempengaruhi sel secara berbeda, tergantung pada tahap perkembangan sel.

Hasilnya, protein yang dihasilkan merusak jalur seluler yang biasanya mengubah sel menjadi sel darah sehat saat tim peneliti mengaktifkan ETO2-GLIS2 dalam sel induk janin.

Pada dasarnya, gen fusi membalik "saklar molekuler" yang dengan cepat mengubah sel-sel induk menjadi leukemia agresif.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+