Kompas.com - 17/12/2019, 12:04 WIB
Komet Borisov (magnitudo semu +16) bersebelahan dengan galaksi NGC 3513 saat berada di rasi bintang Crater kala diabadikan dengan teleskop raksasa Gemini North (Hawaii) pada 11 Nov 2019 lalu. NSF/Gemini NorthKomet Borisov (magnitudo semu +16) bersebelahan dengan galaksi NGC 3513 saat berada di rasi bintang Crater kala diabadikan dengan teleskop raksasa Gemini North (Hawaii) pada 11 Nov 2019 lalu.

Gambar lubang hitam (black hole) yang dapat dipotret berada di galaksi M87, berjarak 500 triliun kilometer dari Bumi.

Benda monster itu dapat dipotret berkat usaha bersama mengamati menggunakan 8 teleskop di sejumlah wilayah dunia yang keseluruhan perangatnya dinamai Event Horizon Telescope (EHT).

Menurut Marufin Sudibyo, astronom amatir Indonesia, foto lubang hitam ini adalah salah satau penemuan terpenting abad ke-21 dari bidang sains.

Selain itu, foto ini dapat dijadikan bukti bahwa omongan Albert Einstein terbukti benar.

Baca selengkapnya: Berhasil Dipotret Pertama Kali, Ini 5 Fakta Tentang Lubang Hitam

3. Komet Borisov dari ruang antarbintang

Benda langit itu tampak sebagai bintik cahaya samar dengan bentuk ekor tak kalah samar. Sangat redup, kecerlangannya hanya 1 persen dari planet–kerdil Pluto nan legendaris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gennady Borisov, astronom amatir Ukraina yang bekerja sebagai insinyur di Sternberg Astronomical Institute di Crimea, menjadi orang pertama yang menyaksikannya pada Jumat malam 30 Agustus 2019 waktu setempat.

Borisov merekamnya melalui teleskop reflektor 65 sentimeter buatan sendiri. Siapa sangka, komet tersebut ternyata datang dari ruang antarbintang.

Komet Borisov adalah benda langit ketiga yang berasal dari ruang antarbintang yang ditemukan manusia sepanjang sejarah.

Saat ditemukan, komet ini berjarak 404 juta kilometer dari Matahari kita dan sedang bergerak mendekat ke sang surya menuju titik perihelionnya. Titik perihelion itu dicapai pada 9 Desember 2019 ini, sejarak 293 juta kilometer.

Saat komet Borisov sangat dekat degan Bumi pekan lalu, Indonesia sulit melihatnya karena cahaya sangat redup dan tertutup cahaya Bulan purnama.

Observasi komet Borisov ini penting guna lebih memahami semesta khususnya komposisi bahan penyusun sistem keplanetan di luar tata surya kita.

Juga penting artinya dalam memitigasi potensi ancaman dari langit. Seperti diperlihatkan dalam kasus asteroid 08012014, benda–benda langit dari ruang antarbintang pun punya potensi menumbuk Bumi menciptakan hantaman kosmik.

Baca selengkapnya: Komet yang Datang dari Ruang Antarbintang

4. Hujan Meteor Geminid

Ilustrasi hujan meteor Geminid Ilustrasi hujan meteor Geminid

Hujan meteor Geminid pada tahun ini sudah mulai muncul sejak 4 Desember 2019. Namun, aktivitasnya memuncak pada Jumat dan Sabtu, 13-14 Desember 2019.

Wilayah Indonesia sebenarnya dapat melihat hujan meteor Geminid, tetapi adanya bulan purnama membuat kondisi langit sangat cerah dan sulit untuk melihat fenomena tersebut.

American Meteor Society (AMS) juga menyebutkan, akhir pekan ini ada bulan purnama yang 96 persen hampir penuh. Hal ini menyebabkan cahaya bulan membuat hujan meteor sulit terlihat.

Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.