Komet yang Datang dari Ruang Antarbintang

Kompas.com - 09/12/2019, 17:05 WIB
Komet Borisov (magnitudo semu +16) bersebelahan dengan galaksi NGC 3513 saat berada di rasi bintang Crater kala diabadikan dengan teleskop raksasa Gemini North (Hawaii) pada 11 Nov 2019 lalu. NSF/Gemini NorthKomet Borisov (magnitudo semu +16) bersebelahan dengan galaksi NGC 3513 saat berada di rasi bintang Crater kala diabadikan dengan teleskop raksasa Gemini North (Hawaii) pada 11 Nov 2019 lalu.

BENDA langit itu tampak sebagai sebintik cahaya samar dengan bentuk ekor tak kalah samar. Sangat redup, kecerlangannya hanya 1 % dari planet–kerdil Pluto nan legendaris.

Gennady Borisov, astronom amatir Ukraina yang bekerja sebagai insinyur di Sternberg Astronomical Institute di Crimea, menjadi orang pertama yang menyaksikannya pada Jumat malam 30 Agustus 2019 waktu setempat. Borisov merekamnya melalui teleskop reflektor 65 cm buatan sendiri. Siapa sangka, komet tersebut ternyata datang dari ruang antarbintang.

Tata surya kita tidaklah sendirian dalam Bima Sakti ini. Di luar sana terdapat milyaran sistem keplanetan lain yang relatif mirip, dengan ribuan diantaranya telah ditemukan hingga saat ini.

Pada dasarnya sistem–sistem keplanetan tersebut lahir lewat mekanisme serupa, yakni dari awan yang berkondensasi membentuk bintang induk di pusatnya dan planet–planet di tepinya.

Konfigurasi ini awalnya tak stabil. Gravitasi bintang induk memang membuat planet–planet beredar mengelilinginya, akan tetapi gaya tarik menarik antar planet secara perlahan namun pasti mengubah bentuk orbitnya masing–masing.

Pada suatu saat, dua atau lebih planet itu mengalami sinkronisasi gravitasi, di mana periode revolusinya masing–masing merupakan fraksi bilangan sederhana terhadap planet yang lain.

Sinkronisasi memicu sentakan kuat yang mengubah orbit setiap planet yang terlibat. Ada planet yang terdorong lebih mendekat ke bintang induknya. Namun juga ada yang terdorong untuk lebih menjauhi bintang induknya, menempati kawasan yang lebih dingin.

Akibat perubahan ini, terjadilah konfigurasi ulang nan dahsyat, yang memaksa posisi kawasan asteroid dan komet dalam sistem keplanetan itu ditata ulang. Sebagian diantaranya bahkan harus rela terpental keluar dan mengarungi keluasan langit, menjadi asteroid atau komet antarbintang.

Benda langit temuan Borisov kini dikodekan sebagai komet C/2019 Q4 Borisov atau singkatnya komet Borisov saja. Komet Borisov tergolong komet antarbintang dan menjadi benda langit ketiga yang berasal dari ruang antarbintang yang telah ditemukan umat manusia sepanjang sejarah.

Benda langit pertama adalah asteroid 1I/Oumuamua (sebelumnya A/2017 U1), asteroid berbentuk mirip kapal selam sepanjang 500 meter yang ditemukan pada Oktober 2017 silam.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X