Kompas.com - 17/12/2019, 12:04 WIB
Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin

"Bulan purnama membuat hujan meteor Geminid sulit terlihat tahun ini," kata Robert Lunsford dari AMS, dilansir Newsweek, Selasa (10/12/2019).

"Kalau biasanya kita dapat melihat lebih dari 100 meteor Geminid per jam di area pedesaan, tahun ini mungkin hanya 20 meteor," imbuh Lunsford.

Hujan meteor Geminid berasal dari rasi bintang Gemini. Inilah kenapa dinamai hujan meteor Geminid.

Diwartakan Space.com, hujan meteor Geminid cenderung cerah dan berwarna pekat. Puing-puing yang menghasilkan Geminid diperkirakan berasal dari asteroid 3200 Phaethon.

Setiap tahun, antara tanggal 4 sampai 17 Desember, Bumi melintasi jalur orbit Phaethon di sekitar matahari dan beberapa puing yang ditinggalkan asteroid jatuh ke atmosfer Bumi, akhirnya terbakar menjadi meteor.

Baca selengkapnya: Puncak Hujan Meteor Geminid Besok Malam Bisa Terlihat, asal...

5. Gerhana Matahari Cincin

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika pada 26 Desember 2019 nanti berada di Sumatera atau Kalimantan, Anda sangat mungkin menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC).

Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada segaris dengan Bumi dan Matahari, serta Bulan berada pada titik apogee (terjauh).

Piringan bulan akan tampak lebih kecil dibanding piringan matahari, hingga tidak menutupi seluruhnya. Kerucut umbra tidak sampai ke permukaan Bumi dan akan terbentuk kerucut tambahan yang disebut antumbra.

Secara umum GMC terjadi 1-2 kali setiap tahun. GMC terakhir terjadi pada tanggal 26 Februari 2017. GMC dalam 6 tahun ke depan akan terjadi pada tanggal 26 Desember 2019, 21 Juni 2020, 10 Juni 2021, 14 Oktober 2023, dan 2 Oktober 2024.

"Dari semua tanggal ini, hanya gerhana pada tahun 2019 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia," tulis LAPAN dikutip dari artikel kompas.com (9/12/2019).

Fenomena ini akan melintasi 7 provinsi di Indonesia, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Berikut adalah rincian kota mana saja yang akan menyaksikan GMC.

  • Sumatera Utara: Sibolga dan Padang Sidempuan.
  • Riau: Siak, Duri, Pulau Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, dan Pulau Rangsang.
  • Kepulauan Riau: Batam dan Tanjung Pinang.
  • Kalimantan Barat: Singkawang.
  • Kalimantan Utara: Makulit dan Tanjung Selor.
  • Kalimantan Timur: Berau.

"Kota Siak dan Singkawang adalah dua di antara kota-kota yang dilintasi (GMC)," ungkap Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (1/10/2019).

Baca selengkapnya: Akhir Tahun, Riau dan Singkawang akan Saksikan Gerhana Matahari Cincin

Sumber: Kompas.com (Gloria Setyvani Putri, Shierine Wangsa Wibawa, Resa Eka Ayu Sartika,

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.