Kompas.com - 18/01/2019, 17:32 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

KOMPAS.com - Calon presiden Prabowo Subianto menilai perlu adanya kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) untuk memberantas korupsi saat debat pertama calon presiden dan wakil presiden, Kamis malam (17/1/2019).

"Akar masalahnya adalah penghasilan aparatur pegawai negeri sipil dan birokrat itu kurang. Saya akan perbaiki kualitas hidup birokrat," ujar Prabowo.

"Tingkatkan gaji, perbaiki kualitas hidup, kalau dia masih korupsi, saya akan tindak tegas. Kita contoh negara-negara lain, misalnya kita taruh di pulau terkecil, suruh tambang pasir terus-menerus," ujar Prabowo.

Solusi kenaikan gaji disebut Prabowo tidak hanya satu dua kali. Lantas, benarkah uang bisa menjadi solusi yang tepat untuk mencegah korupsi dan hal lainnya?

Baca juga: Prabowo Sebut Gaji Dokter Minim, IDI dan Dokter Daerah Angkat Suara

Melansir portal berita The Star, Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) menyebut bahwa skala gaji renda dan biaya hidup tinggi bukan menjadi faktor utama munculnya korupsi.

Sebaliknya, korupsi justru dapat membuat individu menjadi lemah yang ditandai dengan munculnya keserakahan dan keinginan hidup mewah, meski tidak memiliki sarana untuk mencapainya.

Lebih lanjut Kompas.com menghubungi psikolog sosial dari Universitas Airlangga Surabaya, Rizqy Amelia Zein, untuk menanyakan hubungan keduanya.

Sebelum menjawab hal tersebut, Amel menjelaskan bahwa ada dua faktor yang membuat orang puas dengan pekerjaannya, yakni faktor yang membuat seseorang termotivasi atas pekerjaannya dan faktor penghasilan.

Untuk faktor kedua atau penghasilan, bila hal itu tidak terpenuhi maka seseorang tak akan bisa puas dengan pekerjaannya.

"Misalnya gaji, kalau seseorang merasa tidak mendapat yang pantas didapatkan, maka ia tidak akan puas dengan pekerjaannya," imbuhnya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber The Star
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.